Buya Yahya Minta Prabowo Tak Tutup Telinga soal MBG: Kalau Salah, Ya Benahi

Selasa, 15 September 2026 | 15:57 WIB
Pendakwah Buya Yahya. [YouTube]
  • Buya Yahya meminta Presiden Prabowo dan masyarakat jujur menilai program Makan Bergizi Gratis pada 15 September 2026.
  • Ia menyoroti kasus keracunan anak sekolah akibat menu program tersebut yang diduga karena kelalaian pengelola dapur.
  • Pemerintah serta rakyat diajak mengevaluasi pelaksanaan program secara adil dan segera memperbaiki kesalahan yang ditemukan.

Ia mengingatkan bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara. Karena itu, jika terdapat sesuatu yang dinilai tidak baik, tidak adil, atau justru menimbulkan kerusakan, maka hal tersebut harus segera dihentikan dan diperbaiki.

“Kepada rakyat yang adil, presiden juga yang adil, pejabat yang adil. Inget, urusanmu semuanya, hei hamba Allah, kamu punya Tuhan. Inget, hidupmu sesaat di dunia. Kezaliman yang kita lakukan di dunia, menjadi sebab kehancuran di alam barzakh, yang kisahnya panjang akan dilanjutkan di akhirat,” kata Yahya.

Ia kembali mengingatkan seluruh pihak agar tidak melimpahkan kesalahan kepada orang yang memang tidak melakukan kesalahan hanya karena didasari rasa tidak suka.

“Kalau presiden tidak tahu ada kejahatan di dalamnya, ya nggak akan dosa di hadapan Allah. Kalau ternyata Anda tahu, sementara kan ada isu sana-sini, tahu, kemudian membiarkan, ya sudah, urusanmu dengan Allah. Tugas kami hanya mengingatkan,” tuturnya.

Ajak Akui Kesalahan dan Bertaubat

Selain mengajak seluruh pihak untuk bersikap jujur, Buya Yahya meminta siapa pun yang melakukan kesalahan agar mau mengakuinya, memperbaiki diri, dan bertaubat.

Ia mengatakan hal tersebut berlaku bagi siapa saja, termasuk Presiden, menteri, maupun dirinya sendiri.

“Yang pernah melakukan kesalahan diberi oleh Allah kesadaran untuk taubat. Taubat, menjadi lebih baik. Saya sendiri, Anda kalau salah taubat, termasuk Pak Presiden. Harapan kami adalah, daripada meninggal kemudian masuk neraka, kami tidak ingin... tetap, kalau ada kesalahan, Pak Presiden, Pak Menteri, Pak Ustaz-nya semuanya, kalau salah, yuk, insaf, deh,” tutur Yahya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com