2000 Lebih Pasukan Tewas, Houthi Rekrut Pasukan dari Imigran Afrika dan Kelompok Marginal

Senin, 21 September 2026 | 13:35 WIB
Kelompok Houthi dilaporkan memperluas perekrutan personel di wilayah yang mereka kuasai di Provinsi Taiz, Yaman. [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Kelompok Houthi memperluas perekrutan militer bagi pekerja kebersihan dan migran Afrika di Provinsi Taiz.
  • Perekrutan tersebut dilakukan setelah Houthi mengalami kerugian personel akibat pertempuran melawan pemerintah Yaman.
  • Konflik di Provinsi Taiz kembali memanas dan memicu bentrokan bersenjata di berbagai wilayah sejak awal September.

Suara.com - Kelompok Houthi dilaporkan memperluas perekrutan personel di wilayah yang mereka kuasai di Provinsi Taiz, Yaman.

Pekerja kebersihan dari kelompok masyarakat yang terpinggirkan serta migran Afrika disebut menjadi sasaran pelatihan dan perekrutan militer.

Informasi tersebut disampaikan sejumlah sumber lokal kepada media Yaman Al-Mashhad Al-Yemeni.

Mereka menyebut Houthi mulai menggelar sejumlah pelatihan militer yang sebagian besar menyasar para pekerja kebersihan di wilayah Taiz.

Langkah tersebut disebut terjadi setelah kelompok Houthi mengalami kerugian personel dalam pertempuran di berbagai front.

Kelompok Houthi kembali melontarkan ancaman terhadap Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan kedua pihak. [Istimewa]

Sumber tersebut mengeklaim kondisi itu mendorong Houthi memperluas perekrutan hingga kelompok masyarakat yang selama ini berada dalam posisi rentan.

Para pekerja kebersihan yang menjadi sasaran perekrutan disebut berasal dari kelompok muhammasheen atau masyarakat yang mengalami marginalisasi sosial.

Migran asal Afrika juga disebut masuk dalam kelompok yang menjadi target pelatihan.

Menurut laporan tersebut, para calon anggota mengikuti pelatihan sebelum kemungkinan dikerahkan ke medan pertempuran.

Namun, belum ada keterangan independen yang dapat memastikan jumlah orang yang telah direkrut maupun apakah seluruh peserta benar-benar dikirim ke garis depan.

Pertempuran Taiz Kembali Memanas

Perkembangan itu terjadi ketika pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan Houthi dilaporkan kembali meningkat di sejumlah wilayah Taiz.

Media lokal tersebut melaporkan bentrokan berlangsung di front bagian selatan, barat, dan timur Provinsi Taiz sejak awal September.

Taiz sendiri merupakan salah satu wilayah yang menjadi medan pertempuran penting dalam konflik berkepanjangan di Yaman.

Sumber yang sama juga menyebut Houthi telah meminta bantuan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) untuk mengevakuasi jenazah anggotanya yang disebut tewas dalam pertempuran.

Jumlah yang diklaim mencapai lebih dari 2.000 jenazah yang disebut masih berada di sejumlah medan pertempuran di Taiz.

Angka tersebut berasal dari laporan sumber lokal dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com