-
Kapal kargo First Margaux menyenggol perahu nelayan Tiongkok di Selat Singapura tanpa korban jiwa.
-
Rekaman video memperlihatkan perahu nelayan terputar dan terhempas air saat ditabrak dari belakang.
-
Otoritas Panama resmi membuka penyelidikan atas insiden di jalur perdagangan tersibuk dunia tersebut.
Suara.com - Kapal kargo raksasa berbendera Panama menyenggol perahu nelayan asal China di tengah padatnya lalu lintas pelayaran Selat Singapura pada Kamis sore pekan lalu. Rekaman video amatir yang memperlihatkan detik-detik benturan keras tersebut mendadak viral di media sosial sejak akhir pekan.
Video dari atas geladak memperlihatkan kapal kargo berukuran jauh lebih besar mendesak perahu nelayan hingga air laut meluap membasahi seluruh deck. Para awak kapal kecil tampak berpegangan erat pada pagar pembatas agar tidak jatuh terpelanting saat hantaman terjadi.
Data navigasi mencatat kapal bulk carrier First Margaux sepanjang 229 meter menyenggol perahu Luqing Yuanyu 108 yang berukuran 49 meter sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Kedua armada tersebut diketahui bertolak dari lokasi labuh jangkar yang sama sebelum akhirnya berada di satu jalur ke arah barat.
Analisis lalu lintas laut menunjukkan First Margaux melaju lebih cepat tiga knot saat berusaha menyalip perahu nelayan dari arah belakang. Posisi yang sangat dekat membuat bagian haluan kapal kargo langsung menghantam lambung perahu hingga terputar.
Pakar maritim Sal Mercogliano menilai ada kemungkinan kapal kargo tersebut terjepit oleh armada besar lain dari sisi berbeda sehingga ruang geraknya terbatas.
“Salah satu masalah dari video tabrakan kapal adalah Anda hanya mendapatkan satu sudut pandang,” tulis Sal Mercogliano di media sosial, dikutip dari scmp.
Ia menambahkan bahwa kawasan tersebut merupakan jalur pelayaran paling rumit di dunia.
“Selat Singapura adalah salah satu wilayah lalu lintas paling rumit dan tersibuk di planet ini,” tulisnya.
Meskipun sempat terpental akibat hantaman keras, perahu nelayan Luqing Yuanyu 108 dilaporkan tidak tenggelam dan berhasil mencapai dermaga terdekat. Sinyal sistem identifikasi otomatis (AIS) milik perahu tersebut terus aktif memancar hingga Minggu.
Sementara itu, kapal kargo First Margaux sempat melanjutkan perjalanan ke arah barat selama dua jam sebelum akhirnya berputar balik untuk melabuhkan jangkar. Kapal buatan tiga tahun lalu berbobot 80.000 ton ini diketahui memiliki rekam jejak pemeriksaan yang bersih.
Tidak ada korban jiwa maupun cedera yang dilaporkan dari peristiwa menegangkan di koridor maritim utama ini. Otoritas Maritim Panama menyatakan telah merilis tim khusus untuk mengusut tuntas penyebab insiden tersebut.
Hingga saat ini Otoritas Pelabuhan dan Maritim Singapura belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kecelakaan laut tersebut. Proses pengumpulan informasi dari kedua pihak pemilik kapal masih terus berjalan.
Kawasan Selat Singapura dan Selat Malaka sendiri merupakan urat nadi perdagangan global yang sangat krusial karena menghubungkan berbagai benua. Lebih dari 40 persen komoditas perdagangan dunia serta sepertiga pasokan minyak mentah jalur laut melintas di perairan sempit ini setiap harinya.