Jalur Sepeda di Jakarta Tetap Dipertahankan, Dishub DKI Bakal Evaluasi Sejumlah Ruas

Selasa, 22 September 2026 | 13:27 WIB
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin di Jakarta, Selasa (22/9/2025). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
BACA 10 DETIK
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan jalur sepeda tetap dipertahankan dengan melakukan evaluasi ruas jalan tertentu.
  • Kadishub Budi Awaluddin menyatakan pesepeda dan pejalan kaki merupakan pengguna jalan yang diprioritaskan.
  • Dewan Penasehat MTI Djoko Setijowarno mengusulkan penguatan infrastruktur fisik serta pengawasan jalur sepeda secara lebih optimal.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan jalur sepeda di ibu kota tetap dipertahankan. Namun, sejumlah ruas akan dievaluasi untuk meningkatkan pemanfaatan dan efektivitasnya.

"Kami sudah rapatkan dan itu dipertahankan. Memang ada beberapa yang sedikit nanti dievaluasi," kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin dikutip dari ANTARA, Selasa (22/9/2026).

Menurut Budi, keberadaan jalur sepeda tetap dipertahankan karena pesepeda dan pejalan kaki merupakan pengguna jalan yang masuk dalam prioritas transportasi.

"Dalam hierarki transportasi, jalur sepeda dan juga pejalan kaki itu harus diutamakan. Jadi ini dipertahankan (jalur sepeda)," katanya.

Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (14/7/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Keputusan tersebut diambil setelah keberadaan jalur sepeda di Jakarta sempat menjadi perbincangan warganet pada Agustus lalu.

Sebagian warganet menilai jalur sepeda perlu dihilangkan karena dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Namun, ada pula yang meminta fasilitas tersebut tetap dipertahankan.

Pemprov DKI kemudian menampung berbagai masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan sembari mengevaluasi kondisi jalur sepeda di lapangan.

Di tengah evaluasi tersebut, Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengusulkan sejumlah langkah untuk memperkuat keberadaan jalur sepeda.

Salah satunya dengan membuat elevasi khusus pada jalur sepeda. Menurut Djoko, jalur sepeda dapat dibuat sedikit lebih tinggi dari permukaan jalan atau menyatu dengan trotoar yang lebar.

Langkah itu dinilai dapat mengurangi potensi jalur sepeda diserobot kendaraan bermotor.

Selain infrastruktur fisik, Djoko mendorong penanaman pohon di sepanjang jalur sepeda untuk memberikan perlindungan dari panas saat pesepeda melintas.

Dukungan fasilitas di kawasan perkantoran dan pusat perbelanjaan juga dinilai penting. Pengelola gedung dapat menyediakan parkir sepeda yang memadai, termasuk loker dan fasilitas bilas.

Insentif dari instansi pemerintah maupun swasta juga dapat diberikan untuk mendorong pekerja menggunakan sepeda sebagai salah satu pilihan transportasi harian.

Sementara itu, pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran di jalur sepeda dinilai perlu diperkuat. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui kombinasi pemanfaatan teknologi dan penambahan personel di lapangan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com