- Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional di Istana Merdeka pada Kamis, 24 September 2026.
- Badan baru tersebut bertujuan memperkuat pencegahan kebakaran hutan melalui anggaran memadai serta teknologi deteksi dini di enam provinsi.
- Pemerintah menerapkan pendekatan pencegahan presisi berbasis desa dan solusi ekonomi alternatif bagi masyarakat di sekitar kawasan gambut.
Arif menambahkan, diskusi juga membahas penguatan solusi teknologi dan ekonomi. Sejumlah teknologi yang dibahas antara lain water injection, pompa di tingkat desa, serta bahan alternatif untuk pemadaman.
Sementara itu, pertemuan tersebut juga membahas solusi dari sisi ekonomi, antara lain pengembangan sumber mata pencaharian masyarakat di sekitar kawasan.
"Jadi solusi ekonomi berkaitan dengan karena 41 juta masyarakat hidup di sekitar kawasan hidrologi gambut, sehingga kita juga perlu memikirkan mata pencaharian jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang," kata Arif.
"Tadi juga sudah dibicarakan bagaimana sagu sebagai alternatif untuk jangka panjang, karena sagu ini butuh waktu kurang lebih 8 tahun. Kemudian ada kopi sebagai solusi jangka menengah. Dan beberapa tanaman hortikultur yang menjadi tanaman yang dianggap efektif untuk jangka sangat pendek," tutur Arif.