- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana perluasan bisnis Transjakarta ke sektor udara dan laut pada Kamis, 1 Oktober 2026.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengusulkan peningkatan modal dasar PT Transjakarta dari Rp5,225 triliun menjadi Rp13,4 triliun.
- Perluasan wilayah usaha Transjakarta akan mencakup skala nasional dan internasional untuk mereplikasi sistem transportasi Jakarta.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap rencana memperluas bisnis PT Transjakarta ke sektor transportasi udara dan laut.
Rencana tersebut tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Bentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Transportasi Jakarta yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Kamis (1/10/2026).
"Ruang lingkup usaha PT Transportasi Jakarta juga diperluas untuk mendukung layanan transportasi yang lebih terintegrasi, mencakup layanan angkutan perairan dan udara, penyediaan dan pengelolaan sarana serta prasarana transportasi, hingga pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan sistem pendukung layanan angkutan," kata Pramono di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Selain transportasi, Transjakarta nantinya juga dapat mengembangkan usaha pendukung seperti pendidikan, pelatihan, sertifikasi, jasa konsultansi, bantuan teknis, serta layanan berbasis teknologi informasi dan digital.
Pemprov DKI juga menyiapkan penguatan permodalan bagi Transjakarta. Modal dasar perusahaan diusulkan meningkat dari Rp5,225 triliun menjadi Rp13,4 triliun.
"Modal dasar TransJakarta ditingkatkan dari sebelumnya Rp5,225 triliun menjadi Rp13,4 triliun," ungkap Pramono.
Pramono mengatakan wilayah usaha Transjakarta juga akan diperluas hingga skala nasional dan internasional.
"Sejalan dengan itu, wilayah usaha PT Transportasi Jakarta diperluas hingga skala nasional dan internasional guna membuka peluang replikasi pengalaman dan sistem transportasi yang telah dibangun di Jakarta," pungkasnya. (Antara)