Suara.com - Penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan progres. Listrik di tiga provinsi telah kembali menyala 100 persen, sementara 11.143 Base Transceiver Station (BTS) terdampak juga sudah pulih dan beroperasi normal.
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR) Wilayah Sumatera, Amran, menjelaskan penanganan dilakukan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, layanan dasar, hunian, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain mengembalikan fungsi fasilitas yang terdampak, penanganan juga diarahkan untuk mengurangi risiko bencana di kemudian hari. Salah satunya melalui normalisasi sungai dan muara di sejumlah wilayah terdampak.
Berdasarkan pemaparan Satgas PRR, normalisasi dilakukan pada 137 sungai dan 28 muara. Dari jumlah tersebut, 36 sungai dan 7 muara telah selesai dinormalisasi, sementara pekerjaan pada 101 sungai dan 21 muara masih berlangsung.
Normalisasi ini diarahkan untuk memperlancar drainase dan mendukung keselamatan masyarakat, sekaligus mengurangi risiko ketika bencana kembali terjadi.
Akses Nasional Kembali Fungsional
Di sektor infrastruktur, seluruh jalan nasional yang terdampak di tiga provinsi telah kembali fungsional. Dari total 107 jalan nasional terdampak, seluruhnya telah dapat digunakan kembali.
Sebanyak 43 jembatan nasional terdampak juga telah kembali fungsional. Sementara itu, perbaikan jalan dan jembatan daerah masih berjalan.
Dari 2.421 jalan daerah terdampak, sebanyak 2.291 telah kembali fungsional. Untuk jembatan daerah, 827 dari 1.184 jembatan terdampak telah kembali berfungsi.
Pembangunan jembatan sementara turut dilakukan oleh Satgas Jembatan TNI AD dan Satgas Jembatan Polri. Jenis jembatan yang dikerjakan meliputi Bailey, ARMCO, dan jembatan perintis di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.
Langkah ini membantu membuka kembali akses masyarakat sekaligus mendukung mobilitas dan distribusi kebutuhan di wilayah terdampak.
Sekolah dan Fasilitas Kesehatan Kembali Beroperasi
Layanan kesehatan tetap berjalan di tengah proses perbaikan. Sebanyak 87 dari 130 rumah sakit pemerintah di tiga provinsi tercatat terdampak bencana. Tidak ada rumah sakit pemerintah yang berhenti beroperasi.
Pada tingkat puskesmas, 867 dari 1.265 unit terdampak. Seluruh puskesmas tersebut tercatat tetap beroperasi. Adapun dari 2.522 puskesmas pembantu (pustu) terdampak, enam unit di Sumatera Utara masih belum beroperasi.
Sektor pendidikan juga kembali berjalan. Total 4.922 sekolah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menjalankan pembelajaran, terdiri dari 4.823 sekolah asal dan 99 kelas darurat.
Dukungan sarana pendidikan turut diberikan, di antaranya 395.354 school kit siswa, 258.390 meubeler, dan 2.915.319 buku teks serta nonteks. Bantuan juga mencakup peralatan teknologi informasi dan komunikasi, laboratorium, praktik SMK, olahraga, hingga alat permainan edukatif.
Pembangunan Hunian dan Bantuan Rumah Berjalan
Untuk hunian tetap (huntap), pemerintah menyiapkan rencana pembangunan 57.027 unit di tiga provinsi.
Data periode 3-5 Oktober 2026 mencatat 1.862 unit masih dalam proses pembangunan dan 2.085 unit telah selesai.
Selain pembangunan huntap, bantuan perbaikan rumah rusak ringan dan sedang juga diberikan kepada masyarakat terdampak.
Di Aceh, bantuan perbaikan mencakup 17.742 rumah rusak ringan dan 12.910 rumah rusak sedang dengan total Rp653,43 miliar.
Di Sumatera Utara, bantuan diberikan untuk 2.332 rumah rusak ringan dan 1.228 rumah rusak sedang dengan total Rp71,82 miliar. Sementara Sumatera Barat mendapat bantuan untuk 811 rumah rusak ringan dan 375 rumah rusak sedang dengan total Rp23,415 miliar.
Dana Tunggu Hunian (DTH) juga telah ditransfer kepada 26.761 rekening penerima di tiga provinsi. Penyalurannya tercatat mencapai 100 persen.
Aktivitas Ekonomi Mulai Kembali Berjalan
Aktivitas ekonomi masyarakat turut menjadi bagian dari penanganan pascabencana. Di Aceh, 115 dari 127 pasar terdampak telah kembali beroperasi atau mencapai 90,5 persen.
Sementara itu, seluruh 57 pasar terdampak di Sumatera Utara dan 26 pasar terdampak di Sumatera Barat telah kembali beroperasi.
Rumah ibadah juga mulai kembali digunakan. Berdasarkan data Satgas, 1.558 rumah ibadah yang terdampak telah kembali beroperasi.
Selain pemulihan fasilitas, bantuan sosial juga disalurkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak. Total realisasi bantuan untuk tiga provinsi mencapai Rp465,339 miliar untuk bantuan isi hunian, Rp674,8003 miliar untuk jaminan hidup (jadup), dan Rp764,385 miliar untuk stimulan ekonomi.
Amran mengatakan penanganan di berbagai sektor terus dimaksimalkan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
“Harapan kita optimis bahwa penanganan bencana semacam ini bisa diselesaikan dengan progres yang telah direncanakan,” ujar Amran. ***
Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan