- Mantan Menko PMK Pratikno menyerahkan jabatannya kepada Sugiono di Jakarta pada hari Senin, 5 Oktober 2026.
- Pratikno memaparkan tugas Kemenko PMK meliputi penanganan bencana nasional serta mandat pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
- Pratikno kini menjabat sebagai Ketua merangkap Anggota Dewan Pertimbangan Presiden setelah dilantik pada 2 Oktober 2026.
Suara.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengungkap sejumlah tugas yang selama ini dijalankan Kemenko PMK saat menyerahkan jabatan kepada Sugiono.
Pratikno mengatakan, dirinya mendapat tugas terkait rehabilitasi dan rekonstruksi di sejumlah wilayah terdampak bencana. Sebagai Menko PMK pada saat itu, dirinya ditunjuk sebagai Ketua Tim Pengarah Satgas Rehabilitasi Rekonstruksi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Menko PMK, karena ada deputi kebencanaan itu, oleh Pak Presiden, Menko PMK adalah Ketua Tim Pengarah Satgas Rehabilitasi Rekonstruksi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Itu yang tugas," kata Pratikno saat serah terima jabatan (sertijab) Menko PMK di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Menurut Pratikno, urusan kebencanaan di seluruh Indonesia menjadi salah satu pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam tugas sehari-hari sebagai Menko PMK.
Menurutnya, cakupan tugas tersebut mirip dengan pekerjaan Menteri Luar Negeri, jabatan Sugiono sebelumnya, yang menangani warga negara Indonesia di berbagai belahan dunia.
"Sebetulnya mirip-mirip dengan Menlu, lah. Menlu itu setiap hari juga ngurusi seluruh dunia malah. Warga negara kita di seluruh dunia adalah urusannya Kemenlu. Jadi deputi yang lain juga demikian," katanya.
Selain kebencanaan, Pratikno mengatakan Kemenko PMK juga memiliki mandat dalam pembangunan sumber daya manusia.
"Jadi ini adalah urusan kemanusiaan. Memang kita mendapatkan mandat bagaimana kita menyiapkan SDM yang hebat, yang globally kompetitif, dan saya selalu mengatakan kita juga ngurusi, jangan sampai ada anak Indonesia, orang Indonesia yang tertinggal," kata Pratikno.
Pratikno mengatakan Kemenko PMK saat ini mengoordinasikan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk setelah adanya Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian tersendiri.
Jadi totalnya kita mengkoordinasikan sembilan kementerian dan delapan lembaga, termasuk BNPB dan lain-lain.
Dalam sertijab tersebut, Pratikno juga menyerahkan buku berjudul Membangun Organisasi Cerdas dan Humanis kepada Sugiono.
Buku tersebut merangkum perjalanan Kemenko PMK selama sekitar satu setengah tahun di bawah kepemimpinannya, termasuk kultur organisasi, inovasi, dan capaian yang telah diraih.
Pratikno sendiri kini tidak lagi menjabat sebagai Menko PMK. Setelah reshuffle kabinet pada 1 Oktober 2026, posisi tersebut diserahkan kepada Sugiono.
Sehari setelahnya, Pratikno dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua merangkap Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Jumat (2/10/2026).