Ngaku Takut Bertemu Menteri PPPA, Pratikno Ungkap Isu Paling Berat Selama Menjabat Menko PMK

Senin, 05 Oktober 2026 | 17:53 WIB
Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengungkap sejumlah tugas yang selama ini dijalankan Kemenko PMK saat menyerahkan jabatan kepada Sugiono. (Suara.com/Lilis)
BACA 10 DETIK
  • Pratikno menyatakan bahwa isu kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah hal terberat selama masa jabatannya.
  • Pratikno menyerahkan jabatannya kepada Sugiono di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026.
  • Pergantian jabatan ini terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet pada tanggal 1 Oktober 2026.

Suara.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengungkap hal yang paling membuatnya merasa berat selama sekitar satu setengah tahun menjalankan tugas di Kemenko PMK.

Ia mengatakan, selama menjadi Menko PMK, dirinya banyak berurusan dengan berbagai persoalan kemanusiaan. Namun, ada satu isu yang menurutnya paling membuat dirinya tidak tahan untuk membicarakannya.

"Di antara menteri-menteri yang di bawah koordinasi Kemenko PMK, yang saya paling takut adalah bertemu dengan Menteri PPPA. Tapi bicara kekerasan terhadap anak, terhadap perempuan, ya aduh, itu udah nggak tahan kita," kata Pratikno saat serah terima jabatan (sertijab) Menko PMK kepada Sugiono di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pratikno juga menyampaikan kepada Sugiono bahwa pekerjaan sebagai Menko PMK berkaitan erat dengan berbagai persoalan yang menyangkut kehidupan masyarakat.

Memang kita mendapatkan mandat bagaimana kita menyiapkan SDM yang hebat, yang globally kompetitif, dan saya selalu mengatakan kita juga ngurusi, jangan sampai ada anak Indonesia, orang Indonesia yang tertinggal.

Pratikno juga sebelumnya telah menyampaikan sejumlah agenda Kemenko PMK kepada Sugiono, termasuk koordinasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di berbagai tempat.

Selain itu, sejumlah isu pendidikan, kesehatan, serta pembangunan manusia dan kebudayaan turut menjadi bagian dari agenda yang disampaikan kepada penggantinya.

Sertijab tersebut menjadi bagian dari pergantian posisi Menko PMK setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet pada 1 Oktober 2026.

Pratikno kemudian mendapat tugas baru sebagai Ketua Wantimpres setelah dilantik pada 2 Oktober 2026.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com