Sampah Organik Menggunung di Jakarta Jadi Sarang Tikus dan Sebar Penyakit!

Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:24 WIB
Petugas memasukkan sampah organik ke dalam mesin pencacah di Kantor Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Makasar, Jakarta, Rabu (20/5/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/sgd]
BACA 10 DETIK
  • Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin menyebut sampah organik memicu penyakit dan tikus.
  • Dinas Lingkungan Hidup menargetkan penanganan minimal sepertiga masalah sampah organik besar rampung dalam waktu 3 bulan.
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprogramkan penanganan seluruh total timbulan sampah secara tuntas pada tahun 2028 mendatang.

Suara.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin menyebut sampah organik yang mencapai sekitar 50 persen dari total timbulan sampah Jakarta menjadi salah satu pemicu munculnya tikus dan penyakit.

Hal tersebut disampaikan Dudi saat menerima kunjungan Panitia Khusus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta di Kantor DLH DKI Jakarta, Senin (5/10/2026).

“Karena 50 persen organik ini yang menyebabkan adanya penyakit bawaan terkait dengan tikus,” ujar Dudi.

Menurut Dudi, sampah organik yang didominasi sisa makanan dan material basah kini menjadi fokus utama penanganan DLH DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah penanganan sampah organik setelah pembahasan alokasi anggaran bersama Komisi D DPRD DKI Jakarta rampung.

DLH menargetkan sebagian masalah sampah yang dianggap besar dapat ditangani dalam tiga bulan ke depan sesuai roadmap yang telah disusun.

“Semoga dalam tiga bulan ke depan ini, sebagaimana janji kami di roadmap, minimal sepertiganya dari yang menjadi masalah besar itu kami bisa tangani,” ujar Dudi.

Untuk jangka panjang, DLH DKI Jakarta menargetkan seluruh timbulan sampah di Jakarta dapat tertangani pada 2028.

”Setiap berat yang ada timbulan sampah di Jakarta, itu akan kami tangani 100 persen,” tegas Dudi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com