-
Terdakwa Daycare Little Aresha bantah larang mainan dan instruksi ikat anak.
-
Majelis Hakim sebut terdakwa berbohong usai periksa bukti percakapan digital.
-
Bukti percakapan tunjukkan perintah pengikatan anak dan penggunaan mainan foto.
Meskipun dalam persidangan sempat terungkap bukti chat WhatsApp di grup bersama para pengasuh yang membahas soal ikatan tali dilepas, Diyah Kusumastuti berkilah hal itu semata-mata karena urusan cucian.
"Itu karena yang mencuci repot kainnya terikat-ikat," timpalnya.
Bahkan, ia mengeklaim sempat bertanya kepada kepala sekolah ihwal pengikatan tersebut.
"Saya sudah pernah tanya berkali-kali ke kepala sekolah untuk apa anak-anak diikat seperti itu. Jawabannya kepala sekolah nanti saya ingatkan lagi," ujarnya.
Hakim Sebut Terdakwa Berbohong
Dalih demi dalih yang dilontarkan Diyah akhirnya rontok di hadapan Majelis Hakim.
Pasalnya, dalam pemeriksaan sebelumnya, mantan pengasuh dan pengasuh lain seperti Sri Rejeki secara blak-blakan mengaku diajari langsung oleh Diyah cara membedong dan mengikat anak-anak sebanyak tiga kali setelah baju mereka dilepas agar tidak kotor.
Hakim pun langsung mencecar Diyah setelah memeriksa bukti-bukti digital berupa percakapan WhatsApp di ponsel terdakwa.
Bukti tersebut dengan jelas menunjukkan perintah-perintah Diyah untuk mengikat anak-anak, serta instruksi agar mainan hanya dipakai untuk kebutuhan foto belaka, bukan stimulasi.
"Semua saksi mantan pengasuh dan pengasuh mengatakan ada pengikatan dan pembedongan. Kenapa Anda bilang tidak ada? Itu juga tali-tali katanya buat pel, pel apa? Mana ada bentuknya gitu? Beli di mana?" cecar Hakim geram.
Mendengar cecaran tersebut, Hakim dengan tegas menilai Diyah tidak jujur di persidangan.
"Ada saksi yang katanya diajari sama saudara, saudara juga berkata 'dibedong aja dek, biar aman'. Udah, saudara jangan bohong terus!" tegas Hakim.
Meski didesak berkali-kali, Ketua Yayasan Little Aresha ini tetap bersikeras dengan pembelaannya.
"Bohong itu yang mulia, saya tidak pernah menyampaikan yang tidak baik," dalihnya.
"Saya tidak bohong yang mulia, saya hanya mengajarkan bedong aja dan itu hanya pagi sore," tambahnya.
Kasus hukum yang membelit petinggi daycare Little Aresha ini kini kian mendekati babak akhir, di mana fakta-fakta persidangan dan bukti digital terus membuka tabir gelap di balik praktik pengasuhan anak yang selama ini dikeluhkan.