- BEM UI resmi melaporkan kasus penganiayaan Hafidz Hernanda ke Polda Metro Jaya pada Selasa.
- Hafidz Hernanda diserang oleh orang tidak dikenal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, hingga mengalami kekerasan.
- BEM UI mendesak pihak kepolisian untuk menindak tegas pelaku serta menghentikan segala bentuk tindakan represif.
Suara.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) melaporkan dugaan kekerasan yang menimpa Koordinator Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, ke Polda Metro Jaya, Selasa (6/10/2026).
Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra mengatakan, pihaknya membuat laporan terkait dugaan pencurian disertai kekerasan di jalan umum, penganiayaan terencana, dan pengancaman.
Fathimah berharap polisi dapat segera mengungkap perkara tersebut dan menindak pelaku secara tegas.
“Pertama, agar kasus ini dapat diselesaikan secara tegas dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, dan imparsial oleh pihak kepolisian,” kata Fathimah di Polda Metro Jaya, Selasa (6/10/2026).
Selain melaporkan perkara tersebut, BEM UI juga berencana melakukan konsolidasi dengan gerakan sipil lainnya untuk melanjutkan perjuangan Hafidz.
Fathimah mendesak agar tindakan represif terhadap pejuang demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) tidak kembali terjadi.
“Penghentian tindak represivitas terhadap pejuang demokrasi dan HAM di Indonesia,” ujarnya.
“Kami akan tetap berdiri di sini bersama Bapis (Hafidz) dan bersama sekian banyak korban represivitas di Indonesia,” lanjut Fathimah.
Ia menegaskan, kekerasan yang dialami Hafidz tidak akan menyurutkan semangat perjuangan mereka.
“Dan seranganmu tidak akan mematahkan kami. Kami akan tumbuh dan berlipat ganda,” tandasnya.
Hafidz Hernanda Diduga Diserang di Tebet
Sebelumnya, Koordinator Sosial Politik BEM UI Hafidz Hernanda dikabarkan diserang oleh orang tidak dikenal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Saat melintas di kawasan tersebut, Hafidz disebut ditendang hingga terjatuh. Ia kemudian diduga dipukul dan sempat mendapat ancaman dari pelaku.
Dalam kejadian itu, sejumlah barang milik Hafidz juga diambil. Salah satunya adalah telepon seluler.
Sementara itu, barang lain milik Hafidz yang berada di dalam tas disebut tidak ikut diambil.