- Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya memberikan isyarat kepada Presiden Prabowo untuk mengakhiri pidatonya dalam Rakornas TPAKD 2026.
- Presiden Prabowo Subianto resmi meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan di JIExpo, Jakarta Pusat, pada 22 Oktober 2026.
- Pemerintah mencatat tingkat inklusi keuangan nasional tahun 2026 telah mencapai sembilan puluh tiga persen melampaui target.
Suara.com - Momen pidato Prabowo kembali viral, mewarnai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026.
Suasana forum resmi yang dihadiri para pejabat negara, anggota kabinet, dan kepala daerah mendadak cair setelah Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya memberikan isyarat kepada Presiden Prabowo Subianto agar segera mengakhiri pidatonya.
Momen ini terabadikan di kamera dan videonya viral di kalangan publik.
Kode Isyarat Seskab Teddy dan Kelakar Presiden Prabowo
Peristiwa tersebut terjadi di penghujung sambutan Presiden Prabowo Subianto. Saat sedang berpidato di atas podium, Presiden menangkap isyarat dari Letkol Teddy Indra Wijaya yang berada di bawah panggung.
Isyarat tersebut dimaksudkan agar pidato tidak berlangsung terlalu lama.
Alih-alih tersinggung, Prabowo justru merespons dengan candaan yang langsung mengundang tawa para tamu undangan.
"Ini Pak Teddy, Seskab, kasih isyarat, 'Cukup, Pak, cukup'," celetuk Presiden RI sambil mengerlipkan mata, menirukan gaya Teddy.
"Letkol kok ngatur presiden," ujar Prabowo sambil tersenyum.
Tak berhenti sampai di situ, Prabowo kembali menggoda ajudannya tersebut.
"Gue ini Presiden, Ted!" selorohnya yang langsung disambut gelak tawa hadirin.
Sebelumnya, Presiden juga sempat berkelakar bahwa dirinya diminta menyampaikan pidato dengan bahasa yang lebih sopan dan halus.
Namun, menurutnya, gaya bicara yang terlalu normatif justru berisiko membuat hadirin mengantuk.
Agenda di Balik Video yang Viral dan Momen Penting di JIExpo
Momen tersebut terjadi dalam Rakornas TPAKD 2026 yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Acara itu juga bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri di Indonesia.
"Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya ingin menggunakan kesempatan ini juga untuk mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026," ujar Prabowo.
Dalam pidatonya, Presiden menyoroti kontribusi besar pondok pesantren dan para santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
"Santri dan santriwati, dan pondok pesantren telah menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Santri kompak dan hebat, Indonesia makin kuat," tegasnya.
Setelah momen candaan dengan Teddy, Presiden kemudian meresmikan agenda utama acara tersebut.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 22 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini saya resmikan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan," ujar Prabowo saat menutup sambutannya.
Capaian Strategis
Di luar momen keakraban tersebut, Rakornas TPAKD 2026 juga memaparkan sejumlah capaian strategis di sektor keuangan nasional.
Presiden Prabowo mengapresiasi terbentuknya 552 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah yang kini telah menjangkau seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.
Menurut Presiden, tingkat inklusi keuangan nasional pada 2026 telah mencapai 93 persen, melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029.
Sementara itu, tingkat literasi keuangan masyarakat tercatat mencapai 69 persen.
Prabowo menegaskan bahwa manfaat perluasan akses keuangan telah dirasakan langsung oleh berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pengemudi transportasi daring, petani, nelayan, pedagang, hingga santri di berbagai daerah.
Melalui pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai Ketua Harian, pemerintah ingin menggeser fokus kebijakan dari sekadar kepemilikan akses keuangan menuju peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga secara menyeluruh.