Penumpang Transjabodetabek Melonjak, Pramono Siap Guyur Anggaran Bangun Halte di Bekasi

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:46 WIB
Pramono Anung Resmikan Transjabodetabek Blok M-Soetta (dok. Pemprov DKI)
BACA 10 DETIK
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan peningkatan pengguna Transjabodetabek di Balai Kota Jakarta pada Senin, 26/10/2026.
  • Pramono menawarkan bantuan pembangunan halte kepada Pemkot Bekasi karena masih dikeluhkan warga terkait minimnya fasilitas transportasi.
  • Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menargetkan pembangunan halte selesai November sekaligus membuka peluang kerja sama antarwilayah.

Suara.com - Kenaikan animo masyarakat terhadap moda transportasi Transjabodetabek mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat konektivitas antardaerah penyangga.

Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di hadapan jajaran pejabat Pemkot Bekasi di Balai Kota Jakarta, Senin (26/10/2026).

Pramono mengungkapkan, jumlah pengguna Transjabodetabek dari wilayah aglomerasi menuju Jakarta terus meningkat.

Ia membeberkan perbandingan jumlah penumpang dari koridor Bogor dan Kota Bekasi yang kini semakin tinggi.

“Perkembangan Transjabodetabek, termasuk yang ke Bekasi, sekarang ini sudah mengalami peningkatan yang luar biasa. Sekarang memang yang paling tinggi itu Bogor. Bogor itu harian antara 8.000 sampai 10.000 (penumpang per hari) Bekasi antara 4.000–5.000. Tetapi dengan konektivitas yang semakin baik, Pak Wali dan juga jajaran, pasti orang akan menggunakan transportasi umum lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan pribadi,” ujarnya.

Kendati demikian, peningkatan jumlah penumpang rute Bekasi masih dihadapkan pada persoalan ketersediaan halte yang memadai.

Menanggapi keluhan pengguna transportasi, Pramono menawarkan bantuan kepada Pemkot Bekasi untuk membangun halte jika diperlukan.

“Kami ingin bahwa koordinasi yang lebih baik bisa dilakukan juga dengan Pemerintah Bekasi. Ada pertanyaan dari para pengguna, terutama dari warga Bekasi, ‘Kenapa haltenya nggak dibangun-bangun?’, begitu. Sebab kalau haltenya enggak dibangun, nanti kami yang bangunin, salah malahan. Tetapi kalau nggak dibangun, nanti kami yang bangunin nggak apa-apa juga,” kata Pramono.

Merespons tawaran tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono memastikan pembangunan halte saat ini sedang berlangsung. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir November.

Meski demikian, ia membuka peluang kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung pembangunan fasilitas transportasi tersebut.

“Terkait dengan halte, ya, alhamdulillah hari ini sudah berproses, ya. Jadi sampai nanti akhir November itu nanti kami akan sudah selesaikan. Tetapi tidak tertutup kemungkinan dalam suatu proses kerja sama dua daerah itu ya bisa saja, ya, Pemerintah DKI memberikan bantuan kepada Pemerintah Kota Bekasi,” jelas Tri.

Dukungan pembangunan halte dinilai penting untuk mempercepat peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan massal.

“Yang besar membantu yang kecil, saya kira itulah sikap hidup gotong royong. Ya termasuk terkait dengan juga tadi ya, karena memang pada saat inisiasi pembangunan satu daerah itu tidak mungkin menyelesaikan persoalan itu oleh daerah itu sendiri,” ucap Tri.

Kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi umum sekaligus meningkatkan kenyamanan pekerja komuter di kawasan metropolitan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com