- Rapat Umum Anggota IKA FH Trisakti di Hotel Ritz-Carlton Jakarta pada 17 Oktober 2026 diwarnai kericuhan.
- Kericuhan pemilihan ketua umum melibatkan protes lambatnya pemungutan suara serta aksi saling dorong antarpeserta dan panitia.
- Insiden tersebut memicu dugaan pemukulan dan gestur pelemparan bangku yang melibatkan kandidat Azis Syamsudin beserta pendukungnya.
Suara.com - Rapat Umum Anggota (RUA) Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti (IKA FH Trisakti) di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, pada 17 Oktober 2026, diwarnai kericuhan saat proses pemilihan ketua umum berlangsung.
Ketegangan melibatkan sejumlah peserta, panitia, dan Steering Committee (SC) yang memimpin jalannya sidang. Insiden tersebut turut menyoroti sikap Azis Syamsudin, salah satu kandidat ketua umum, yang disebut terlibat dalam ketegangan di lokasi.
Berdasarkan keterangan seorang narasumber yang hadir dan meminta identitasnya dirahasiakan, registrasi peserta dimulai pukul 08.00 WIB. Acara kemudian berlanjut dengan penyampaian visi dan misi para kandidat sekitar pukul 11.00 WIB. Pada sesi tersebut, sempat terjadi interupsi dan perdebatan antarpihak pendukung kandidat, tetapi acara masih dapat dilanjutkan.
Pemungutan suara dimulai sekitar pukul 17.00 WIB dengan mekanisme pemanggilan nama pemilih satu per satu oleh SC. Sekitar pukul 19.00 WIB, Azis bersama sejumlah peserta menyampaikan keberatan terkait lamanya proses pemungutan suara dan adanya peserta yang mengaku belum dipanggil untuk menggunakan hak pilih.
Situasi dilaporkan semakin memanas sekitar pukul 19.30 WIB. Sejumlah peserta mendekati podium dan terjadi aksi saling dorong antara peserta dan pihak penyelenggara.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan Azis terlibat ketegangan dengan pihak penyelenggara. Ia juga diduga memperlihatkan gestur hendak melempar bangku. Namun, konteks lengkap rekaman tersebut serta dugaan tindakan kekerasan dalam insiden itu masih perlu dikonfirmasi secara independen.
Narasumber juga menyebut adanya dugaan pemukulan terhadap panitia dan petugas keamanan hotel oleh sejumlah orang yang disebut sebagai pendukung Azis. Belum ada informasi terverifikasi mengenai identitas pihak yang diduga melakukan pemukulan maupun keterangan resmi terkait insiden tersebut.
Kericuhan ini memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaan pemungutan suara dan penanganan keberatan peserta. Dalam kontestasi organisasi, mekanisme penyampaian keberatan serta transparansi proses pemilihan menjadi aspek penting untuk menjaga kepercayaan anggota.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh tanggapan langsung dari Azis Syamsudin mengenai dugaan gestur hendak melempar bangku maupun tudingan terhadap pendukungnya. Pihak kandidat lain, termasuk kubu Sahala Siahaan, juga belum memberikan keterangan terkait insiden tersebut.