Gerakan Mahasiswa Tumbangkan Rezim Berkuasa 14 Tahun di Pemilu Serbia

Senin, 26 Oktober 2026 | 17:50 WIB
Giliran Serbia Diguncang Demo Besar: 150 Ribu Orang Turun ke Jalan Gulingkan Rezim Vucic [@bbcnasrpskom]
BACA 10 DETIK
  • Gerakan mahasiswa Serbia memenangkan pemilu parlemen pada 25 Oktober 2026, mengakhiri dominasi Partai Progresif Serbia.
  • Kemenangan tersebut diraih setelah hampir dua tahun demonstrasi antipemerintah yang dipicu oleh tragedi runtuhnya atap Stasiun Novi Sad.
  • Pemilu parlemen ini mencatat partisipasi tertinggi dalam tiga dekade dan memberikan gerakan mahasiswa mayoritas mutlak di parlemen.

Pemilu parlemen kali ini mencatat tingkat partisipasi pemilih tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.

Menurut pejabat pemilu Serbia, hampir 65 persen dari 6,4 juta pemilih terdaftar telah memberikan suara hingga pukul 18.00 waktu setempat, atau dua jam sebelum pemungutan suara ditutup.

Angka tersebut melampaui tingkat partisipasi sebesar 61 persen yang tercatat dalam pemilu parlemen pada 1993.

Tingginya partisipasi memperlihatkan besarnya perhatian publik terhadap persaingan politik dan tuntutan perubahan di negara Balkan tersebut.

Setelah pengakuan kekalahan Vucic, ribuan pendukung gerakan mahasiswa memadati jalan-jalan di ibu kota Belgrade untuk merayakan hasil pemilu.

Suara klakson kendaraan, teriakan slogan, dan kembang api mewarnai perayaan tersebut.

Protes Antikorupsi Jadi Modal Politik Mahasiswa

Selama hampir dua tahun, mahasiswa menggelar demonstrasi dan melakukan perjalanan ke berbagai wilayah Serbia untuk bertemu langsung dengan pemilih.

Langkah itu sekaligus menjadi upaya menandingi pengaruh mesin politik dan media yang dimiliki SNS pimpinan Vucic.

Aksi mereka terus membesar hingga menjelang pemilu.

Sebuah lembaga pemantau demonstrasi independen memperkirakan sekitar 150.000 orang menghadiri unjuk rasa terakhir di Belgrade pada Kamis sebelum pemungutan suara.

Gerakan mahasiswa tersebut awalnya menuntut penyelidikan yang transparan atas tragedi Stasiun Novi Sad.

Namun, tuntutannya kemudian berkembang menjadi desakan agar pemilu dipercepat, disertai agenda yang lebih luas dengan pemberantasan korupsi sebagai salah satu komitmen utama.

Sebagian besar dari 250 kandidat Students List berasal dari kalangan profesional, termasuk akademisi dan pekerja seni.

Meski memiliki keahlian di bidang masing-masing, banyak di antara mereka memiliki pengalaman politik yang terbatas.

Kemenangan mereka pun menjadi ujian baru bagi gerakan mahasiswa untuk membuktikan bahwa tuntutan perubahan dapat diterjemahkan menjadi pemerintahan yang efektif.

Hasil akhir pemilu dan kemampuan mereka membentuk mayoritas parlemen akan menentukan arah politik Serbia berikutnya.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Perdana Menteri Hungaria Peter Magyar turut menyampaikan ucapan selamat kepada Students List atas kemenangan tersebut.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com