- Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia bersama koalisi masyarakat sipil menggelar aksi demonstrasi di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026.
- Pengerahan kendaraan taktis kepolisian untuk mengawal aksi tersebut memicu kritik dan sindiran dari sejumlah warganet di media sosial.
- Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas serta rute alternatif di sekitar lokasi demonstrasi untuk mengantisipasi kemacetan.
Suara.com - Pengerahan kendaraan berat kepolisian untuk mengawal aksi demonstrasi mahasiswa pada Rabu (28/10/2026) menuai beragam reaksi di media sosial.
Sejumlah warganet mengunggah video yang memperlihatkan kendaraan taktis polisi melintas di Jakarta dan kesiapan aparat menghadapi massa aksi di Yogyakarta.
Video tersebut memicu kritik hingga sindiran dari pengguna media sosial.
Sebagian warganet mempertanyakan besarnya pengerahan aparat untuk mengamankan demonstrasi, sementara persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi sorotan.
Salah satu pengguna Threads menyindir kesiapan aparat dalam mengawal demonstrasi dengan membandingkannya dengan penanganan karhutla.
“Wkwk mengamankan karhutla beliau tidak bisa, mengamankan warga demo beliau paling gercep,” tulis pengguna tersebut.
Sindiran lain ditujukan kepada penggunaan kendaraan taktis dan meriam air atau water cannon untuk mengendalikan massa aksi.
Seorang warganet meminta agar kendaraan tersebut dialihkan ke wilayah yang masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
“Pak pol itu water Canon nya tlg pindahin ke Papua, ke Toraja, ke Kalimantan yg msh ada titik apinya, biar lebih bermanfaat,” tulis pengguna Threads lainnya.
Reaksi serupa muncul setelah warganet membagikan video kesiapan aparat kepolisian di Yogyakarta.
Sejumlah kendaraan dan personel yang disiapkan untuk mengawal demonstrasi dinilai sebagian pengguna media sosial menyerupai persiapan menghadapi konflik bersenjata.
“Udah kaya mau perang aja wkwkwk Stay safe yaa semua,” tulis seorang warganet.
Demo BEM UI Digelar di Monas hingga Gedung DPR/MPR
Di tengah persiapan pengamanan demonstrasi, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi aksi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil.
Aksi penyampaian pendapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu mulai pukul 12.00 WIB. Sejumlah lokasi yang menjadi titik kegiatan meliputi kawasan Monas, Tugu Tani, dan Gedung DPR/MPR.