- Kementerian Pertanian sedang mengidentifikasi lahan pertanian warga di Kalimantan, Sumatera, dan Papua yang terdampak karhutla.
- Pemerintah berencana memberikan bantuan benih padi dan jagung agar petani dapat segera memulihkan kegiatan pertanian.
- Pemerintah mendorong pemanfaatan lahan bekas terbakar di Kalimantan Tengah untuk tanaman pangan guna membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) masih mengidentifikasi lahan pertanian milik warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah di Indonesia seperti di Kalimantan, Sumatera, dan Papua.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan telah meminta jajarannya memeriksa kondisi lahan terdampak untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
"Belum kami terima (datanya), tapi anak-anak sementara cek. Oke?" ujar Amran di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Setelah proses identifikasi selesai, Kementan berencana membantu petani yang lahannya terbakar agar dapat kembali melakukan kegiatan pertanian. Bantuan yang disiapkan berupa benih untuk sejumlah komoditas, terutama jagung dan padi.
"Intinya lokasi perkebunan, kalau memang perkebunan ya, kita bantu benih kalau jagung atau padi," ujar Amran.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah segera mendorong penanaman komoditas pertanian di lahan terdampak karhutla, khususnya lahan milik pribadi yang bukan milik perusahaan atau korporasi.
Saleh menyampaikan usulan tersebut setelah memantau adanya rencana penanaman kelapa sawit di sejumlah lahan bekas terbakar. Menurutnya, lahan tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk komoditas pangan yang manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Bahwa memang Kalimantan Tengah belum bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri oleh karena itu nanti kita akan upayakan ini kan saya monitor lahan yang dibakar rata-rata untuk sawit ya atau untuk apa ini pak?" kata Saleh saat melakukan telekonferensi dengan perwakilan Pemprov Kalimantan Tengah dalam acara Gerakan Pangan Murah (GPM), Kamis (22/10/2026).
Saleh mengatakan telah berkoordinasi dengan Amran untuk mencari solusi pemanfaatan lahan bekas terbakar. Pemerintah ingin mendorong penanaman komoditas pangan agar lahan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan usaha tertentu.
"Jadi kalau bisa kita ajak kemarin saya sudah diskusi dengan pak Mentan apakah lahan yang dibakar kita bikin pertanian? Mumpung belum keburu ini (ditanam sawit), kalau sudah ditanam sawit kan berarti ya, mungkin hanya bermanfaat bagi beberapa orang saja," ucapnya.
Ia juga meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membahas komoditas yang sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan petani. Sejumlah tanaman yang diusulkan antara lain cabai dan jagung.
"Tapi kalau ditanam cabai atau jagung atau apa, yang sifatnya membantu petani yang ada di Kalimantan Tengah, silakan nanti kita bisa diskusikan. Nanti Pak Kadistan bisa lapor ke pusat ya," ujar Saleh.
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang dikutip dalam laporan sebelumnya, luas lahan terbakar di Palangka Raya mencapai lebih dari 23.000 hektare. Sebagian besar titik api di kawasan hutan tersebut berada di area konsesi gambut yang mencakup beberapa fungsi kawasan, mulai dari hutan lindung hingga kawasan budidaya.