Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:01 WIB
Ketegangan mendadak pecah tatkala gelombang massa mahasiswa tertahan oleh barikade kepolisian di depan Gedung UOB Plaza, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). (Suara.com/Yoga)
BACA 10 DETIK
  • Mahasiswa berunjuk rasa di depan Gedung UOB Plaza Jakarta Pusat pada Rabu, 28 Oktober 2026.
  • Aparat kepolisian menyekat massa mahasiswa yang memaksa melanjutkan aksi demonstrasi menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia.
  • Negosiasi alot terjadi karena mahasiswa menolak dibatasi sementara bus Transjakarta sempat tersendat di belakang kerumunan.

Suara.com - Ketegangan mendadak pecah tatkala gelombang massa mahasiswa tertahan oleh barikade kepolisian di depan Gedung UOB Plaza, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).

Adu argumen sengit tak terelakkan lantaran aparat kepolisian berupaya menyekat laju demonstran yang hendak merangsek menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Salah seorang perwakilan mahasiswa dengan lantang menolak arahan petugas yang mencoba membatasi ruang pergerakan aksi mereka.

"Nggak bisa, Pak. Kami sudah dua kali aksi, dan aksi kami hari ini di Bundaran HI, Pak!" serunya.

Aparat kepolisian di lokasi terus mengimbau agar massa aksi tidak memblokade jalan demi memberi ruang bagi kendaraan umum yang melintas.

Kendati demikian, negosiasi kian alot saat perwakilan massa bersikukuh bahwa rombongan rekan-rekan mereka dari titik lain akan tetap menuju sasaran awal demonstrasi.

"Begini saja, Pak. Oke, kami sampai sini, tapi kalau teman-teman kami datang dari sana, silakan, Pak!" kata perwakilan massa mahasiswa yang lain.

Mereka kembali menegaskan ketetapan sikap kelompoknya di hadapan aparat yang mengelilingi barisan unjuk rasa.

"Mereka nggak akan mau kemari, Pak. Titik aksi kami di Bundaran HI, Pak!" tegas perwakilan mahasiswa.

Merespons desakan demonstran, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengingatkan agar penyampaian hak berpendapat tetap mengindahkan ketertiban dan hak pengguna jalan lain.

"Anda boleh menyampaikan pendapat di muka umum. Saya memohon, saya menghargai itu, tapi hargai pengguna jalan juga," kata dia.

Imbauan itu langsung disambut penegasan kembali dari mahasiswa mengenai komitmen keteraturan aksi mereka.

"Saya nggak akan mengganggu kalau Bapak tidak mengganggu jalan kami," ucap salah satu perwakilan mahasiswa.

Situasi semakin pelik tatkala armada Transjakarta sempat tersendat tepat di belakang kerumunan, sehingga aparat berulang kali meminta massa segera membuka koridor jalan tersebut.

Hingga saat ini, massa mahasiswa masih tertahan di depan barikade kepolisian di depan Gedung UOB Plaza.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com