Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Bertambah, 64 Orang Hilang

Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:40 WIB
Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta cepat di Urda, Provinsi Toledo, Spanyol, bertambah menjadi 69 orang pada Kamis (29/10/2026). [Istimewa']
BACA 10 DETIK
  • Korban meninggal akibat kecelakaan kereta di Urda, Spanyol, bertambah menjadi 69 orang pada Kamis (29/10/2026).
  • Sebanyak 110 orang mengalami luka-luka, dengan sebagian korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
  • Pemerintah mengerahkan 1.300 personel darurat, 150 unit armada medis, dan tujuh helikopter untuk evakuasi korban.

Suara.com - Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta cepat di Urda, Provinsi Toledo, Spanyol, bertambah menjadi 69 orang pada Kamis (29/10/2026).

Satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit, menurut keterangan Presiden Castilla-La Mancha, Emiliano García-Page.

García-Page menyampaikan perkembangan tersebut setelah menghadiri rapat koordinasi penanganan darurat bersama Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez di Pusat Koordinasi Operasi Terpadu (Cecopi).

Selain korban meninggal, sebanyak 110 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Dari jumlah tersebut, 60 orang telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan, sedangkan 50 lainnya masih dirawat di sejumlah rumah sakit.

Ilustrasi kereta cepat (Pexels)

Empat korban dengan kondisi paling serius dilaporkan menunjukkan perkembangan positif.

Mengutip laporan EFE, Pemerintah Castilla-La Mancha mengerahkan hingga 1.300 personel untuk menangani dampak kecelakaan kereta tersebut.

Pengerahan mencakup berbagai unsur penanganan darurat, mulai dari petugas medis hingga tim pendukung operasi penyelamatan.

Dalam pelayanan kesehatan, sedikitnya 150 unit sarana medis dikerahkan ke lokasi dan wilayah terdampak.

Armada tersebut meliputi ambulans, unit perawatan intensif bergerak, serta kendaraan pendukung bantuan hidup dasar.

Selain itu, tujuh helikopter turut digunakan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban.

Operasi medis udara bahkan memungkinkan pelaksanaan hingga delapan transfusi darah selama penerbangan.

Penanganan korban menjadi prioritas setelah kecelakaan yang mengguncang wilayah Toledo tersebut.

Tim medis bekerja untuk memastikan para korban luka mendapatkan perawatan sesuai tingkat keparahan kondisi masing-masing.

Sementara itu, otoritas setempat terus mengoordinasikan penanganan darurat dan pemantauan kondisi para korban

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com