Mahasiswa Serbia Bersih-Bersih Institusi, Kepala Intelijen hingga Direktur Polisi Dipaksa Mundur

Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:45 WIB
Para pendukung Student-List, partai pelajar dan mahasiswa di Serbia yang berhasil mengalahkan rezim petahana Aleksandar Vucic. [Guardian]
BACA 10 DETIK
  • Kelompok Studentska lista mendesak perombakan lembaga negara dan pengunduran diri pejabat pada Kamis, 29 Oktober 2026.
  • Konferensi pers di Pionirski Park tersebut menuntut pencopotan pimpinan kepolisian, intelijen, kejaksaan, serta regulator media Serbia.
  • Studentska lista juga meminta Komisi Pemilihan Umum segera menetapkan hasil akhir pemilihan parlemen.

Selain itu, kelompok mahasiswa tersebut menuntut agar seluruh personel yang dinilai dicopot tanpa dasar yang sah segera dikembalikan ke jabatan semula.

Studentska lista juga mendesak Direktur Kepolisian Beograd, Dragan Vasiljevic, mengundurkan diri secara segera dan tanpa syarat.

Tuntutan tersebut merupakan posisi politik kelompok mahasiswa itu.

Dugaan pelanggaran yang mereka sampaikan perlu dinilai melalui mekanisme hukum dan tidak dengan sendirinya membuktikan kesalahan pihak-pihak yang disebutkan.

BIA dan VBA Juga Diminta Berganti Pimpinan

Desakan perubahan turut diarahkan kepada Badan Intelijen Keamanan Serbia (BIA).

Studentska lista menilai lembaga tersebut telah bertindak seperti badan keamanan milik partai politik.

“Atas dasar itu, kami menuntut Vladimir Orli mengajukan pengunduran diri tanpa syarat,” kata perwakilan kelompok tersebut.

Mereka juga meminta direktur Badan Intelijen Militer Serbia (VBA) segera mengundurkan diri.

Kepada personel VBA, kelompok itu meminta agar tekanan terhadap pegawai dan jurnalis dihentikan serta tugas lembaga kembali dijalankan sesuai ketentuan hukum.

Tuntut Pengunduran Diri Pejabat Kejaksaan

Di sektor penegakan hukum, Studentska lista meminta Nenad Stefanovic mengundurkan diri.

Mereka menilai tindakannya telah merusak kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan Tinggi Beograd (VJT).

Kelompok mahasiswa itu juga menuntut pengunduran diri Vladan Petrov, yang mereka tuduh bertindak untuk kepentingan pemerintahan Aleksandar Vucic.

Selain perubahan di lembaga keamanan dan penegakan hukum, Studentska lista meminta Komisi Pemilihan Umum Republik Serbia (RIK) segera menetapkan hasil akhir pemilihan parlemen.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com