- Kelompok Studentska lista mendesak perombakan lembaga negara dan pengunduran diri pejabat pada Kamis, 29 Oktober 2026.
- Konferensi pers di Pionirski Park tersebut menuntut pencopotan pimpinan kepolisian, intelijen, kejaksaan, serta regulator media Serbia.
- Studentska lista juga meminta Komisi Pemilihan Umum segera menetapkan hasil akhir pemilihan parlemen.
Suara.com - Perwakilan Studentska lista atau Daftar Mahasiswa Serbia mendesak perombakan sejumlah lembaga negara, mulai dari badan intelijen, kepolisian, hingga regulator media.
Mereka juga menuntut pengunduran diri sejumlah pejabat dan meminta siapa pun yang melanggar hukum diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam konferensi pers di Pionirski Park, seperti diberitakan media Serbia Danas pada Kamis (29/10/2026), kelompok yang mengusung nama Studenti pobeduju atau “Mahasiswa Menang” itu menyatakan perubahan di institusi negara harus dimulai segera.
“Daftar Mahasiswa datang untuk mengembalikan institusi kepada warga. Siapa pun yang melanggar hukum harus dimintai pertanggungjawaban dalam tenggat yang ditetapkan hukum,” kata perwakilan kelompok tersebut.
Minta Warga Laporkan Dugaan Penghancuran Dokumen
Studentska lista menyerukan kepada pegawai lembaga negara, media, dan perusahaan agar melaporkan setiap dugaan penghancuran dokumen.
Mereka juga mengajak masyarakat menjadi pelapor pelanggaran atau whistleblower untuk melindungi institusi publik.
Untuk menampung laporan, mereka membuka alamat surat elektronik uzbunjivai@studenti.org.rs yang ditujukan bagi pelapor dari berbagai institusi.
Kelompok tersebut juga mengajukan sejumlah tuntutan untuk memastikan lembaga negara bekerja sesuai hukum.
Salah satunya ditujukan kepada Regulator Media Elektronik Serbia (REM).
Profesor Mirjana Nikolic meminta REM menghentikan penyebaran ujaran kebencian oleh media Informer.
Tuntutan ini menjadi bagian dari desakan agar regulator menjalankan fungsi pengawasan secara independen.
Desak Pencopotan Sejumlah Pejabat Kepolisian
Dalam sektor kepolisian, Studentska lista menuntut pencopotan segera Marko Kricak, Repac, Zmiric, Kepala Kepolisian Valjevo, serta personel lain yang mereka tuding telah melanggar hukum.
Mereka meminta para pejabat tersebut digantikan oleh pimpinan yang dapat menjamin independensi kepolisian.