Duaaarrr! Ranjau Bom Selat Hormuz Meledak Membakar 4 Tanker

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:56 WIB
Kapal-kapal di Selat Hormuz dekat pantai Bandar Abbas, Iran, pada 21 Juni. [West Asia News Agency/via Reuters]
BACA 10 DETIK
  • Empat kapal tanker minyak terbakar akibat menerobos ranjau di jalur terlarang Selat Hormuz.

  • Iran menantang klaim militer Amerika Serikat yang mengaku telah membersihkan ranjau di Selat Hormuz.

  • Pembatasan lalu lintas Selat Hormuz berdampak besar pada distribusi seperlima pasokan minyak dunia.

Suara.com - Ledakan ranjau kembali melumpuhkan empat kapal tanker minyak yang nekat menerobos jalur terlarang Selat Hormuz. Insiden ini terjadi hanya sehari setelah militer Amerika Serikat mengklaim telah membersihkan perairan strategis tersebut dari ancaman ranjau.

Tiga kapal tanker dilaporkan terbakar hebat di koridor selatan setelah mengabaikan peringatan keamanan kawasan. Sementara itu, satu tanker lain mengalami nasib serupa di sisi timur Selat Hormuz akibat beroperasi di wilayah berbahaya.

Pasukan Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa tiga kapal pertama sengaja mematikan sistem navigasi radar mereka secara penuh. Langkah tersebut dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap prosedur keselamatan pelayaran yang berlaku.

"Selama 24 jam terakhir, tiga kapal tanker minyak yang melanggar aturan meledak dan terbakar setelah menghantam ranjau saat mencoba melintasi jalur selatan Selat Hormuz yang tidak diizinkan," ungkap Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pernyataan resminya.

Militer Iran mendeteksi insiden keempat terjadi di area terbatas yang memiliki tingkat risiko navigasi sangat tinggi. Namun, identitas bendera negara dan waktu pasti dari seluruh peristiwa tersebut belum dipublikasikan.

Satu kapal tanker yang melintas sekitar 25 mil laut timur laut Khasab, Oman, turut dilaporkan terbakar oleh badan maritim Inggris UKMTO. Sebuah perahu kecil mendekati lambung kapal dan menempelkan dua bahan peledak di atas garis air.

“Ledakan berikutnya mengakibatkan kebakaran di ruang mesin yang melumpuhkan kapal untuk sementara,” jelas laporan UKMTO terkait kronologi ledakan.

Kobaran api di ruang mesin berhasil dipadamkan beberapa jam kemudian tanpa memakan korban jiwa dari pihak kru. Di lokasi berbeda, sebuah kapal dhow tenggelam serta satu tanker lain dihantam proyektil misterius.

Pihak Garda Revolusi Iran secara terbuka menentang klaim pembersihan jalur pelayaran yang disampaikan oleh Komando Sentral AS. Juru bicara militer Iran menantang balik pernyataan tersebut agar dibuktikan lewat data independen di lapangan.

"Buktikan klaim pembersihan ranjau Hormuz Anda dengan bukti independen, bukan pernyataan!" tulis juru bicara IRGC, Hossein Mohebi, melalui akun X miliknya.

Garda Revolusi mengingatkan para pemilik kapal agar tidak terbuai oleh propaganda keselamatan yang disebarkan pihak militer Amerika Serikat. Koridor selatan di dekat pantai Oman tetap dikategorikan sebagai jalur terlarang yang dipenuhi ranjau mematikan.

"Rute yang tidak sah melalui Selat Hormuz telah dipasangi ranjau; pemilik kapal dan awak kapal bertanggung jawab atas pelayaran melalui rute-rute tersebut dan sebaiknya tidak memedulikan delusi CENTCOM di media sosial," tegas pihak Garda Revolusi Iran.

Di tengah ketegangan perairan yang makin memuncak, unit peperangan elektronik Iran juga mengklaim telah mengamankan pesawat nirawak militer milik AS. Drone intai jenis MQM-170 tersebut berhasil dicegat saat beroperasi di sebelah barat Selat Hormuz.

"Angkatan Laut IRGC mengumumkan bahwa unit peperangan elektroniknya telah berhasil menangkap sebuah pesawat nirawak (drone) MQM-170 milik AS dalam sebuah operasi ofensif di bagian barat Selat Hormuz," demikian bunyi pernyataan resmi IRGC.

Latar belakang pengetatan navigasi ini bermula sejak pecahnya perang pada 28 Februari lalu yang memicu pembatasan lalu lintas kapal oleh Iran. Langkah ini berdampak signifikan mengingat Selat Hormuz mengalirkan seperlima dari total konsumsi minyak dunia.

Sebagai bentuk respons, Amerika Serikat menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan mengawal jalur tanker. CENTCOM mengklaim telah membantu negara-negara Teluk mengeskpor 1,5 miliar barel minyak melewati Selat Hormuz sejak musim panas.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com