Banjir Rob Rendam Muara Angke Hampir Setiap Hari, Ketinggian Air Capai 60 Sentimeter

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:50 WIB
Banjir rob masih menjadi persoalan yang dihadapi warga RT 06 RW 022, Muara Angke, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. [Suara.com/Agustin]
BACA 10 DETIK
  • Warga RT 06 RW 022 Muara Angke, Jakarta Utara, menghadapi banjir rob hampir setiap hari akibat pasang air laut.
  • Genangan setinggi 30 hingga 60 sentimeter tersebut merendam kawasan permukiman selama tiga sampai empat jam setiap harinya.
  • Letak wilayah yang berbatasan langsung dengan laut dan sungai menyebabkan RT 06 menjadi kawasan paling parah terdampak.

Suara.com - Banjir rob masih menjadi persoalan yang dihadapi warga RT 06 RW 022, Muara Angke, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara.

Genangan akibat pasang air laut tersebut bahkan disebut terjadi hampir setiap hari. Ketinggian air di sejumlah titik permukiman mencapai 60 sentimeter.

Ketua RT 06 RW 022 Muara Angke, Warya, mengatakan waktu kedatangan banjir rob berkaitan dengan perubahan musim.

Saat memasuki musim barat seperti sekarang, air laut biasanya mulai pasang pada pagi hingga siang hari. Sementara itu, saat musim timur, pasang air laut berlangsung pada sore hingga malam hari.

"Air rob ini sekarang masuk pada musim barat nih, ya, kalau musim barat itu airnya, air pasang itu datangnya pada pagi hingga siang hari. Lain kalau pada saat musim timur, itu terjadi pada sore sampai malam," kata Warya kepada Suara.com saat ditemui di wilayah RT 06, Jakarta Utara, Jumat (30/10/2026).

Menurut Warya, banjir rob di kawasan tersebut biasanya terjadi pada awal dan pertengahan bulan.

Pada Oktober ini, genangan bahkan telah berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai Selasa hingga Jumat.

"Nah, di bulan ini biasanya banjir itu terjadi pada awal bulan dan pertengahan bulan nih. Mengingat sekarang sudah pertengahan bulan di bulan apa, Oktober nih. Iya, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, 4 hari ini," ujarnya.

Warya menuturkan, air mulai memasuki kawasan permukiman sekitar pukul 09.00 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 12.00 WIB.

Setelah melewati waktu tersebut, ketinggian air mulai berangsur turun.

"Tadi air mulai masuk dari jam-jam 9 ya, nanti jam 12 sudah mencapai puncak, setelah itu baru setelah jam 12 baru bergerak turun," tuturnya.

Meski mulai surut setelah mencapai puncak, air tidak langsung menghilang dari jalanan permukiman.

Warya menyebut genangan biasanya bertahan selama tiga hingga empat jam sebelum kondisi kembali berangsur normal.

"Genangan air itu sekitaran 3 atau 4 jam itu menggenang jalanan di situ," katanya.

Ketinggian air yang merendam kawasan tersebut juga tidak seragam. Perbedaan kondisi permukaan tanah membuat sejumlah titik mengalami genangan lebih tinggi dibandingkan lokasi lainnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com