Iran Gertak Amerika Bakal Hadapi Perang Panjang Jika Trump Nekat Menyerang Lagi

Senin, 02 November 2026 | 14:00 WIB
Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran dan Amerika Serikat saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata. [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Iran memperingatkan bahwa perang susulan dengan Amerika Serikat akan berlangsung jauh lebih lama.

  • Teheran menegaskan telah menyiapkan wilayah pertempuran tanpa batas geografis untuk membalas serangan AS.

  • Iran menolak bernegosiasi dan menutup Selat Hormuz sebelum pemblokiran aset dan sanksi dicabut.

Pencabutan blokade laut, pencairan aset negara, serta penghentian sanksi menjadi syarat mutlak perundingan.

Selama tuntutan itu diabaikan, jalur perdagangan energi di Selat Hormuz akan tetap ditutup rapat oleh armada militer.

Amerika Serikat sendiri balasan menerapkan blokade tandingan pada seluruh pelabuhan utama di kawasan Iran.

Eskalasi yang terus memanas ini berisiko menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam krisis yang semakin berlarut.

Konflik bersenjata antara kedua negara meluas secara drastis sejak serangan awal gabungan AS dan Israel pada 28 Februari. Iran merespons balasan tersebut melalui gelombang rudal dan drone ke berbagai titik strategis, yang kemudian disusul keterlibatan kelompok bersenjata dari Lebanon serta Yaman. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang dibalas blokade armada laut AS makin mempergenting krisis energi dan keamanan global hingga saat ini.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com