Obligasi & Sukuk RAJA Resmi Ditawarkan, Berapa Kupon untuk Investor?

Senin, 02 November 2026 | 13:55 WIB
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)
BACA 10 DETIK
  • PT Rukun Raharja Tbk membukukan lonjakan laba bersih 82 persen menjadi US$ 43,8 juta pada periode sembilan bulan pertama tahun 2026.
  • Peningkatan profitabilitas perusahaan didorong oleh pertumbuhan pendapatan usaha, efisiensi biaya, serta kontribusi dari diversifikasi investasi strategis.
  • Perseroan melaksanakan penawaran umum obligasi dan sukuk senilai Rp 1,55 triliun untuk memperkuat struktur pendanaan perusahaan.

Suara.com - PT Rukun Raharja Tbk (kode saham: RAJA), mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang gemilang pada periode sembilan bulan pertama tahun ini (9M 2026). Perseroan berhasil membukukan lonjakan laba bersih sebesar 82 persen menjadi US$ 43,8 juta dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Memanfaatkan momentum fundamental yang solid tersebut, Perseroan juga tengah melaksanakan Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Wakalah guna mengoptimalkan struktur pendanaan perusahaan.

Sepanjang periode Januari hingga September 2026, RAJA menorehkan pendapatan usaha senilai US$ 203,9 juta, mencerminkan pertumbuhan stabil sebesar 4 persen dari posisi US$ 196,0 juta pada 9M 2025.

Kenaikan top line ini ditopang oleh pengakuan pendapatan penuh dari operasional Sengkang Gas Compressor senilai US$ 8,4 juta, serta peningkatan pendapatan dari sektor lifting minyak dan gas bumi sebesar US$ 2,7 juta.

Efisiensi biaya turut menopang margin perseroan. Beban pokok pendapatan berhasil ditekan 5 persen menjadi US$ 132,7 juta, yang utamanya dipicu oleh penurunan volume pembelian gas sebagai imbas dari gangguan jaringan pipa di wilayah Sumatera. Optimalisasi ini sukses mengerek laba kotor Perseroan naik 26 persen ke level US$ 71,2 juta.

Lebih lanjut, pencapaian laba bersih yang melompat dari US$ 24,1 juta menjadi US$ 43,8 juta turut menghasilkan tingkat marjin laba bersih (net profit margin) yang sehat di kisaran 21 persen. Lonjakan profitabilitas ini merupakan buah dari keberhasilan strategi diversifikasi investasi Perseroan.

RAJA mencatatkan kontribusi pendapatan investasi sebesar US$ 13,2 juta dari 20 persen kepemilikan saham di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Selain itu, terdapat peningkatan hasil investasi dari PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) yang terdongkrak oleh tren penguatan harga minyak mentah global.

Perseroan juga mencatatkan keuntungan pembelian diskon (gain on bargain purchase) senilai US$ 3,9 juta yang bersumber dari transaksi akuisisi SMS Development Ltd. melalui entitas anak, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).

Sebagai informasi, SMS Development Ltd. memegang 20 persen kepemilikan saham pada HCML selaku operator Wilayah Kerja Madura Strait. Deretan kontribusi positif dari portofolio investasi strategis ini terbukti sukses mengimbangi peningkatan beban keuangan yang timbul dari pendanaan akuisisi tersebut.

Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk, Djauhar Maulidi, menegaskan bahwa pencapaian impresif pada tiga kuartal pertama tahun ini memvalidasi keandalan strategi diversifikasi bisnis yang dijalankan oleh manajemen.

“Meskipun bisnis downstream sempat menghadapi gangguan operasional, Perseroan tetap mencatat pertumbuhan laba yang kuat berkat disiplin pengelolaan biaya dan kontribusi investasi strategis, termasuk HCML yang telah memberikan dampak positif pada tahun pertama investasinya. Ke depan, kami akan menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat fundamental bisnis untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham,” jelas Djauhar, Senin (2/11/2026).

Dalam rangka refinancing dan penguatan modal, RAJA saat ini melangsungkan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2026 serta Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2026 dengan target perolehan dana sebesar Rp 1,55 triliun. Aksi korporasi ini mendapat sambutan hangat dari pasar, tecermin dari indikasi permintaan investor yang hingga saat ini telah menyentuh angka sekitar Rp 1,20 triliun.

Untuk penawaran ini, nilai emisi yang dijamin dengan skema kesanggupan penuh (full commitment) mencakup Rp 1,01 triliun untuk instrumen obligasi dan Rp 191,6 miliar untuk instrumen sukuk. Kedua instrumen pendanaan tersebut ditawarkan dalam dua pilihan seri: Seri A yang memiliki tenor 3 tahun dengan tingkat kupon/imbal hasil sebesar 8,50 persen per tahun, serta Seri B bertenor 5 tahun dengan tingkat kupon/imbal hasil sebesar 9,00 persen per tahun.

Kualitas utang Perseroan dinilai sangat baik, dibuktikan dengan disematkannya peringkat idA+ (Single A Plus) untuk Obligasi dan idA+(sy) (Single A Plus Syariah) untuk Sukuk Wakalah dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada rentang 30 Oktober hingga 4 November 2026, yang akan dilanjutkan dengan pencatatan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 November 2026. 

Desclaimer: Seluruh isi tulisan bersifat informatif, faktual, dan objektif. Tulisan ini bukan merupakan ajakan, saran, atau rekomendasi untuk melakukan transaksi jual-beli saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca beserta seluruh risiko finansial yang menyertainya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com