Agar Hasil Tangkapan Nelayan Tak Cepat Rusak, Energi Bersih Mulai Dilirik untuk Desa Pesisir

Senin, 02 November 2026 | 21:32 WIB
Ilustrasi desa pesisir. (dok. ist)
BACA 10 DETIK
  • Global Energy Alliance for People and Planet mengembangkan inisiatif Sun to Sea untuk menghubungkan akses energi bersih dengan mata pencaharian masyarakat pesisir.
  • Asian Development Bank menyetujui bantuan teknis senilai 1,5 juta dolar AS untuk menguji solusi energi bersih di 20 lokasi percontohan Indonesia timur.
  • Pengujian tersebut mencakup pemanfaatan energi terbarukan dan fasilitas rantai dingin guna menjaga kesegaran ikan serta mendukung ketahanan komunitas pesisir.

Suara.com - Hasil tangkapan ikan yang tidak segera disimpan dengan baik berisiko mengalami penurunan kualitas sebelum sampai ke tangan konsumen. Bagi nelayan dan masyarakat pesisir, kondisi ini bisa berujung pada kerugian, terutama ketika fasilitas penyimpanan dingin belum tersedia atau sulit diakses.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan energi bersih untuk mendukung penyimpanan dan pengolahan hasil laut. Panel surya dan baterai, misalnya, dapat dimanfaatkan untuk menyediakan listrik bagi fasilitas rantai dingin atau cold chain agar ikan tetap segar lebih lama.

Energi surya juga berpotensi digunakan untuk pengeringan hasil laut. Dengan pengolahan yang lebih baik, masyarakat pesisir diharapkan dapat mengurangi kerugian setelah panen sekaligus memberi nilai tambah pada hasil tangkapan.

Pemanfaatan energi bersih ini tidak hanya berkaitan dengan kegiatan perikanan. Kebutuhan listrik juga dapat menunjang budidaya laut, pertanian, hingga layanan dasar di desa pesisir.

Di sisi lain, pengembangan ekowisata dan pemulihan ekosistem laut turut menjadi bagian dari upaya yang dapat dijajaki.

Gagasan tersebut menjadi salah satu fokus inisiatif Sun to Sea yang dikembangkan Global Energy Alliance for People and Planet.

Program ini berupaya menghubungkan akses energi bersih dengan mata pencaharian masyarakat pesisir, keberlanjutan sumber daya laut, dan ketahanan komunitas dalam menghadapi perubahan iklim.

CEO Global Energy Alliance for People and Planet Woochong Um mengatakan, transisi energi bersih perlu memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. Menurut dia, pemanfaatan energi dapat mendukung mata pencaharian, sistem pangan, serta ketahanan komunitas dalam menghadapi tekanan iklim dan ekonomi.

Untuk mengembangkan dan menguji pendekatan tersebut, Asian Development Bank (ADB) telah menyetujui bantuan teknis senilai 1,5 juta dolar AS melalui Energy Access and Transition Trust Fund. Dukungan ini akan digunakan untuk mengembangkan dan menguji solusi energi bersih di 20 lokasi percontohan di wilayah Indonesia bagian timur.

Direktur ADB Nianshan Zhang mengatakan, kebutuhan energi desa pesisir tidak sebatas penerangan. Energi juga perlu mendukung mata pencaharian masyarakat dan model pembiayaan yang berkelanjutan.

Karena itu, pengujian akan mencakup pemanfaatan energi terbarukan, fasilitas rantai dingin, serta model operasional yang sesuai dengan kondisi desa. Pelibatan masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta juga akan dijajaki dalam pengembangan model tersebut.

Melalui inisiatif ini, berbagai pendekatan akan diuji untuk melihat bagaimana energi bersih dapat menjawab kebutuhan sehari-hari masyarakat pesisir.

Harapannya, akses energi tidak hanya membantu menjaga hasil tangkapan nelayan, tetapi juga mendukung penghidupan masyarakat dan kelestarian lingkungan laut.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com