Malam Peringatan Hari Pahlawan, Gus Ipul Ingatkan Warisan Konstitusi Para Pejuang

Selasa, 03 November 2026 | 12:12 WIB
Gus Ipul atau Menteri Sosial Saifullah Yusuf di acara Malam Peringatan Hari Pahlawan yang digelar di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (2/11/2026). (Dok. Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak seluruh elemen bangsa meneruskan warisan perjuangan para pahlawan.

Salah satu warisan penting para pahlawan adalah konstitusi, khususnya tiga pasal yang menjadi jantung konstitusi Indonesia, yakni Pasal 31, Pasal 33, dan Pasal 34 UUD 1945.

Pasal 31 mengamanatkan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan. Sementara itu, Pasal 33 mengatur pengelolaan kekayaan negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Adapun Pasal 34 menjadi landasan negara dalam memberikan perlindungan kepada fakir miskin, anak-anak terlantar, serta masyarakat yang membutuhkan jaminan dan rehabilitasi sosial.

“Dari Undang-Undang Dasar itu kita melihat dengan nyata bahwa para pahlawan tidak berpikir untuk dirinya sendiri. Mereka berpikir untuk bangsa Indonesia, khususnya generasi yang akan datang,” jelasnya.

Malam Peringatan Hari Pahlawan yang digelar di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (2/11/2026). (Dok. Kemensos)

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul pada Malam Peringatan Hari Pahlawan yang digelar di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (2/11/2026). Acara ini mengangkat tema, "Pahlawanku Teladanku, Melangkah Bersama Melanjutkan Perjuangan".

Landasan konstitusi di atas, menurut Gus Ipul, secara nyata diterjemahkan Presiden Prabowo Subianto melalui arahan agar Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja cepat mewujudkan amanat Pasal 34, dimulai dengan menghadirkan data yang akurat.

Dengan data yang tepat, bantuan pemerintah diharapkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan.

“Kita ingin datanya akurat, sasarannya tepat, sehingga bantuan pemerintah diterima oleh mereka yang paling membutuhkan,” tegasnya.

Selain data akurat, salah satu upaya konkret untuk menjalankan amanat tersebut adalah melalui Program Sekolah Rakyat. Gus Ipul menjelaskan, program yang merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo Subianto ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu, khususnya mereka yang putus sekolah atau berisiko tidak dapat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi keluarga.

“Hadirnya Sekolah Rakyat ini untuk menjangkau mereka yang tertera dalam Pasal 34, yaitu fakir miskin dan anak-anak terlantar. Mereka berasal dari keluarga-keluarga paling tidak mampu yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan secara layak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul juga memaparkan ada empat nilai utama yang dapat diteladani dari para pahlawan, yakni keberanian, ketulusan, rela berkorban, dan kedisiplinan. Keempat nilai tersebut merupakan warisan perjuangan yang perlu terus dihidupkan oleh generasi penerus bangsa.

“Para pahlawan memiliki keberanian luar biasa, tetapi keberanian itu bukan tanpa tujuan. Mereka berani untuk memerdekakan bangsa ini,” kata Gus Ipul di hadapan para murid Sekolah Rakyat dan keluarga pahlawan nasional Indonesia yang hadir di lokasi.

Ia menegaskan, keberanian para pahlawan bukanlah keberanian untuk memusuhi sesama anak bangsa, melainkan keberanian menghadapi penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Nilai tersebut perlu menjadi inspirasi agar masyarakat berani memperjuangkan kebaikan dan kepentingan bangsa.

Nilai kedua adalah ketulusan. Menurut Gus Ipul, para pahlawan telah menunjukkan ketulusan dalam memperjuangkan Indonesia tanpa mengutamakan kepentingan pribadi maupun keluarga. Keteladanan itu juga tercermin dari keluarga dan keturunan para pahlawan yang tetap berkontribusi secara sukarela dalam berbagai kegiatan kenegaraan dan sosial tanpa meminta keistimewaan.

"Maka itu, kita doakan mudah-mudahan seluruh keluarga pahlawan diberi kekuatan untuk meneruskan perjuangan para leluhurnya. Inilah ketulusan yang harus kita tiru. Ketulusan yang harus kita catat karena sesungguhnya pahlawan memang memperjuangkan untuk kepentingan Indonesia, tidak untuk kepentingan dirinya sendiri maupun keluarganya," tegasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com