Wira's Playroom Buka Ruang Belajar Inklusif, Tawarkan Pendekatan Belajar Sesuai Kebutuhan Anak

Selasa, 03 November 2026 | 12:26 WIB
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) dan Reshma Wijaya, pendiri Wira's Playroom. (dok. ist)
BACA 10 DETIK
  • Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan Reshma Wijaya mendirikan Wira's Playroom di Kemang, Jakarta Selatan.
  • Sekolah inklusif ini menerapkan pendekatan belajar sambil bermain guna mendukung potensi anak berkebutuhan khusus.
  • Lembaga pendidikan tersebut bertujuan memberikan lingkungan belajar yang aman agar anak berkembang secara optimal.

Suara.com - Setiap anak memiliki kebutuhan dan cara belajar yang berbeda. Namun, dalam praktiknya, anak kerap dituntut mengikuti sistem pembelajaran yang sama, meski belum tentu sesuai dengan kemampuan dan tahap perkembangannya.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Wira's Playroom hadir sebagai ruang pendidikan inklusif di Kemang, Jakarta Selatan. Sekolah ini mengusung pendekatan yang menempatkan kebutuhan anak sebagai dasar dalam merancang pengalaman belajar, bukan menuntut anak menyesuaikan diri dengan sistem yang seragam.

Gagasan tersebut lahir dari pengalaman Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) dan Reshma Wijaya sebagai ibu dari anak dengan Down Syndrome. Keduanya melihat pentingnya lingkungan pendidikan yang tidak hanya menerima keberadaan anak berkebutuhan khusus, tetapi juga memahami kebutuhan serta mendukung potensi mereka.

Sara, yang merupakan ibu dari Wira, mengatakan pengalaman mendampingi tumbuh kembang putranya membuatnya memahami bahwa menemukan sekolah yang bersedia menerima anak berkebutuhan khusus saja tidak cukup. Anak juga membutuhkan lingkungan yang mampu memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhannya.

“Ketika semua anak dituntut mengikuti sistem pembelajaran yang sama, mereka yang memiliki kebutuhan berbeda berisiko tidak mendapatkan dukungan yang tepat untuk berkembang. Wira's Playroom lahir dari sebuah harapan sederhana: agar anak-anak kita tidak harus berjuang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang belum memahami mereka. Justru lingkungan belajar yang seharusnya mampu disesuaikan dengan kebutuhan anak,” ujar Sara.

Menurut Sara, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan bahagia, merasa diterima, dan membangun kepercayaan diri. Pengalaman pribadinya sebagai ibu menjadi salah satu landasan dalam menghadirkan ruang belajar yang lebih memahami keberagaman kebutuhan anak.

Dalam pengembangannya, Sara bekerja sama dengan Reshma Wijaya, pendiri Saraswati Learning Center yang memiliki pengalaman di bidang pendidikan anak berkebutuhan khusus. Reshma turut merancang kerangka pendidikan dan sistem pembelajaran yang menjadi fondasi Wira's Playroom.

Reshma juga memiliki pengalaman pribadi dalam mendampingi Cheryl, putrinya yang memiliki Down Syndrome. Pengalaman tersebut membentuk keyakinannya bahwa diagnosis tidak menentukan batas kemampuan maupun masa depan seorang anak.

Ia kemudian mengembangkan pendekatan play with purpose, yakni pembelajaran melalui kegiatan bermain yang dirancang dengan tujuan tertentu. Melalui aktivitas tersebut, anak mendapat kesempatan untuk bereksplorasi, berkomunikasi, membangun hubungan dengan orang lain, serta mengembangkan kemandirian.

“Bagi saya, bermain bukanlah sesuatu yang terpisah dari belajar, melainkan salah satu cara paling alami bagi anak untuk memahami dunia dan mengembangkan kemampuannya. Ketika kita memahami bagaimana seorang anak belajar, menciptakan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhannya, dan memberinya kesempatan untuk bereksplorasi, kita membuka pintu bagi berbagai potensi yang mungkin sebelumnya belum terlihat,” kata Reshma.

Pendekatan pendidikan inklusif sendiri menekankan pentingnya lingkungan belajar yang mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan peserta didik. Laporan Global Education Monitoring Report 2020 dari UNESCO juga menunjukkan bahwa pendidikan inklusif yang dirancang dengan baik dapat mendukung pencapaian akademik, perkembangan sosial dan emosional, rasa percaya diri, serta penerimaan anak di lingkungan sekolah.

Berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan, Wira's Playroom mengembangkan layanan pendidikan usia dini dan sekolah dasar, serta dukungan terapi dan perkembangan anak secara terintegrasi. Lembaga ini berada di bawah naungan Yayasan Saraswati Wira Bhakti.

Ke depan, kedua pendiri berharap pendekatan pendidikan yang dikembangkan dapat terus disempurnakan dan berpotensi diterapkan di wilayah lain di Indonesia.

Melalui gagasan tersebut, Wira's Playroom ingin menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan, tempat anak merasa diterima serta memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan potensinya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com