Suara.com - Perubahan iklim tidak hanya meningkatkan suhu bumi dan memperparah cuaca ekstrem. Pemanasan global juga mempercepat penyusutan gletser yang selama ini menjadi sumber air tawar bagi jutaan penduduk dunia.
Melansir The Guardian, Senin (2/11), para ilmuwan memperingatkan bahwa pemanasan global yang melampaui 1,5 derajat Celsius dapat memicu kerusakan permanen pada sistem kriyosfer, yakni wilayah bumi yang tertutup es dan salju.
Gletser berfungsi menyimpan cadangan air tawar yang memasok sungai, terutama saat curah hujan rendah atau musim kemarau. Pada tahap awal, pencairan es memang dapat meningkatkan debit sungai. Namun, ketika massa gletser terus menyusut, kemampuan alam menyediakan air juga semakin berkurang.
Dampaknya dapat dirasakan sektor rumah tangga, pertanian, pembangkit listrik tenaga air, hingga ekosistem sungai. Wilayah yang bergantung pada sumber air pegunungan pun berisiko mengalami penurunan pasokan air dalam jangka panjang.
Hindu Kush Himalaya Jadi Wilayah Rentan
Salah satu kawasan yang menghadapi ancaman tersebut adalah Hindu Kush Himalaya. Pegunungan ini menjadi sumber air bagi sungai-sungai besar yang menopang kehidupan masyarakat di berbagai negara Asia.
Laporan ilmiah mengenai kawasan tersebut memperkirakan massa es dapat tersisa sekitar 41 persen dalam skenario kebijakan iklim saat ini. Namun, jika pemanasan global dibatasi hingga 1,5 derajat Celsius, sekitar 83 persen massa es berpotensi dipertahankan.
Ilmuwan iklim sekaligus CEO Climate Analytics, Bill Hare, mengatakan lapisan es mencair enam kali lebih cepat dibandingkan 30 tahun lalu.
"Semua ini tidak dapat diubah lagi dalam skala waktu manusia, semua ini penuh dengan risiko di seluruh dunia, dan semua ini membawa dampak iklim melampaui batas kemampuan beradaptasi," katanya.
Perbedaan proyeksi tersebut menunjukkan besarnya pengaruh kenaikan suhu terhadap keberlangsungan cadangan es. Kehilangan gletser juga dapat mengubah aliran sungai dan mengganggu kehidupan masyarakat di wilayah hilir.
Pengurangan Emisi untuk Menjaga Pasokan Air
Penyusutan gletser memperlihatkan bahwa pemanasan global turut mengancam sumber daya air yang dibutuhkan manusia. Karena itu, pengurangan emisi gas rumah kaca menjadi langkah penting untuk membatasi kenaikan suhu bumi.
Upaya tersebut perlu disertai pengelolaan sumber air dan adaptasi masyarakat di wilayah rentan. Sebab, ketika cadangan es terus hilang, pasokan air dari pegunungan berisiko semakin berkurang.
Perlindungan gletser dengan demikian berkaitan langsung dengan upaya menjaga ketersediaan air bagi generasi mendatang.
Penulis: Chairunisa