Presiden Prabowo Disadap Listyo Sigit Cs, Saiful Chaniago: Sama Saja Menyadap Negara

Rabu, 04 November 2026 | 11:56 WIB
Menteri Pertahanan dan Presiden Terpilih Prabowo Subianto (kiri) didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kanan) menyapa awak media di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (20/6/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Ketua Umum Pasukan Prabowo Saiful Chaniago mengecam dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.
  • Saiful mendesak aparat penegak hukum dan Panglima TNI mengusut kasus tersebut secara transparan serta menindak tegas pelaku.
  • Tindakan penyadapan tersebut dinilai sangat berbahaya karena mengancam keamanan, kedaulatan negara, serta stabilitas pemerintahan.

Suara.com - Ketua Umum Pasukan Prabowo (PASPROBO), Saiful Chaniago, mengecam dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret oknum jenderal, LSP (Listyo Sigit Prabowo, ASN (Ahrie Sonta), dan EH (Eko Hadi Santoso).

Dia mendesak aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara transparan dan menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat, tanpa melihat pangkat maupun jabatan.

Saiful menilai tindakan menyadap kepala negara merupakan persoalan serius karena menyangkut keamanan dan kedaulatan negara.

Menurutnya, Presiden Prabowo bukan hanya pemimpin pemerintahan, tetapi juga simbol negara sekaligus pemegang kekuasaan tertinggi atas TNI.

Ketua Umum Pasukan Prabowo (PASPROBO), Saiful Chaniago, mengecam dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret oknum jenderal. [Istimewa]

"Ini tindakan tidak bermoral, tidak patriotik, dan sangat berbahaya bagi kedaulatan negara. Presiden adalah representasi tertinggi negara. Menyadap Presiden sama saja menyadap negara," kata Saiful dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (3/11/2026).

Dia menegaskan, pihak-pihak yang terbukti melakukan penyadapan ilegal harus mendapatkan sanksi tegas.

Saiful juga meminta tidak ada perlakuan istimewa terhadap pelaku hanya karena memiliki pangkat atau jabatan tinggi.

Minta Panglima TNI dan Aparat Hukum Turun Tangan

Saiful secara khusus meminta Panglima TNI dan aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan penyadapan tersebut.

Dia menginginkan proses hukum berjalan profesional, terbuka, dan tidak melindungi pihak mana pun.

"Tidak boleh ada impunitas. Siapa pun pelakunya, apa pun pangkat dan jabatannya, harus diproses hukum secara terbuka," tegasnya.

Menurut Saiful, penanganan perkara ini penting untuk menjaga wibawa Presiden, soliditas TNI, serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi pertahanan dan keamanan negara.

Dia juga menilai dugaan penyadapan tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Terlebih, tindakan itu diduga melibatkan pihak yang memiliki kedudukan penting di lingkungan kekuasaan.

Dukung Prabowo Bersihkan Oknum Pengkhianat

Saiful mengatakan, dugaan penyadapan terhadap Prabowo terjadi ketika pemerintah tengah menjalankan sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan pertahanan nasional, swasembada energi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com