Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB
Anggota Koperasi Rimba Lestari saat memilah biji kopi di Dusun Tangsi Jaya dengan merek Kopi Tangsi Wangi. Bandung Barat. (Suara.com/ Alif)
BACA 10 DETIK
  • Warga Dusun Tangsi Jaya mengelola PLTMH mandiri sejak 2007 dan membentuk Koperasi Rimba Lestari tahun 2010.
  • Koperasi Rimba Lestari memproduksi serta memasarkan Kopi Tangsi Wangi untuk membantu penjualan hasil panen petani setempat.
  • Usaha pengolahan kopi dan PLTMH tersebut berhasil meningkatkan kesejahteraan ekonomi serta meringankan beban finansial warga.

Pada tahun 2025 lalu jumlah biji kopi yang berhasil dihasilkan mencapai 80 ton ceri dengan rata-rata hasil olahan greenbean yang dipasarkan mencapai 10 sampai 12 ton.

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) di Dusun Tangsi Jaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat. (Suara.com/Alif Bintang)

"Kalau tahun ini terbilang gagal panen," keluhnya.

Karena itu, Opan berharap ada semacam bantuan dari pemerintah guna memastikan keberlanjutan sumber ekonomi warga Dusun Tangsi Jaya tersebut. Apalagi, Koperasi Rimba Lestari juga menjadi penopan pengelolaan PLTMH Gunung Halu yang membutuhkan fulus perawatan.

"Harapan kami barangkali ada investor yang mau investasi, karena untuk memajukan industri adalah permodalan. Apalagi kita punya aset PLTMH. Karena pengelolaan PLTMH itu juga bergantung dengan koperasi," kata Opan.

"Harapannya ke pemerintah ya barangkali ada hibah," katanya menambahkan.

Peran dan Dampak Bagi Warga

Pada kesempatan yang sama, Bendahara Koperasi Rimba Lestari, Imas Wiwi, mengungkapkan proses produksi biji kopi melibatkan para pengurus yang terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak.

"Kalau anggota (warga lainnya) dilibatkan kalau lagi keteter saja," tambah Imas.

Anggota Koperasi Rimba Lestari saat memilah biji kopi di Dusun Tangsi Jaya dengan merek Kopi Tangsi Wangi. Bandung Barat. (Suara.com/ Alif)

Perihal promosi, Imas mengungkapkan apra pengurus kopi juga memasarkannya melalui media sosial guna menjangkau peminat yang beragam.

"Yang mengelola sosmednya ibu-ibu dan bapak-bapak pengurus juga," ucap Imas.

Lebih lanjut Imas berujar, sistem Koperasi Rimba Lestari juga berhasil memberikan kemudahan warga sekitar jika ada yang ingin meminjam uang.

Karena bukan koperasi simpan pinjam, Koperasi Rimba Lestari hanya menerapkan sistem pembayaran pinjaman oleh warga melalui pengembalian biji kopi yang sesuai dengan angka yang dipinjam daei koperasi.

"Kalau ada anggota mau pinjam uang itu dikasih. Tapi nanti bayarnya enggak berupa uang lagi. Tapi nanti dibayarnya sama ceri kopi," katanya.

"Ekonomi warga jadi sangat terbantu," tutup Imas.

Reporter: Alif Bintang

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com