- Ribuan kader PSI dan relawan mendampingi Jokowi di PN Jakarta Timur pada Kamis, 5 November 2026.
- Kehadiran Jokowi sebagai pelapor dalam sidang kasus ijazah palsu menunjukkan sikap kepatuhannya terhadap proses hukum.
- PSI menegaskan komitmen dukungan penuh kepada Jokowi serta Gibran Rakabuming Raka dari berbagai tudingan.
Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan dukungannya kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tengah persidangan kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.
Direktur Kehutanan DPP PSI, Sigit Widodo, mengatakan kehadiran ribuan kader PSI bersama relawan di PN Jakarta Timur bertujuan menunjukkan bahwa mereka akan terus mendukung Jokowi.
Menurutnya, Jokowi selama bertahun-tahun menghadapi berbagai tudingan terkait keaslian ijazahnya.
"Jadi sebetulnya teman-teman, sekian ribu teman-teman dari PSI dan dari relawan datang ke sini sebetulnya ingin menyampaikan bahwa kita akan selalu ada di belakang Pak Jokowi. Bahwa Pak Jokowi selama bertahun-tahun ini sudah difitnah terkait dengan ijazah," kata Sigit kepada Suara.com di depan gedung PN Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).
Sigit menilai kehadiran Jokowi dalam persidangan merupakan bentuk penghormatan terhadap proses hukum.
"Hari ini Pak Jokowi sudah membuktikan bahwa Pak Jokowi menghormati hukum," tegasnya.
Ia menyebut Jokowi datang sebagai pelapor untuk membuka fakta-fakta di persidangan. Menurut Sigit, Jokowi selama ini memilih jalur hukum untuk menghadapi berbagai tudingan yang dialamatkan kepadanya.
"Pak Jokowi datang sebagai pelapor yang kemudian membuka fakta-fakta di persidangan. Pak Jokowi selama ini memang selalu menghormati hukum dan menggunakan cara-cara hukum untuk melakukan perlawanan terhadap fitnah-fitnah yang diterima oleh beliau," ujarnya.
Sigit menambahkan, dukungan PSI tidak hanya ditujukan kepada Jokowi, tetapi juga Gibran. Ia turut menyinggung berbagai tudingan yang belakangan diarahkan kepada Wakil Presiden tersebut oleh sejumlah pihak, termasuk Denny Indrayana.
"Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia, terutama kami dari PSI sebagai partainya Pak Jokowi, akan selalu mendukung Pak Jokowi dan Mas Gibran," ucapnya.
Sigit berharap persidangan dapat membuktikan bahwa tudingan Jokowi tidak memiliki ijazah dan tidak lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tidak benar. Ia juga menilai pihak yang menyebarkan tudingan tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui proses hukum.
"Harapannya adalah terbukti bahwa fitnah Pak Jokowi tidak punya ijazah, Pak Jokowi tidak lulus UGM itu terbukti (salah) dan orang-orang yang memfitnah ya harus berhadapan dengan hukum," tuturnya.
Meski demikian, Sigit menegaskan PSI akan tetap menghormati apa pun hasil putusan pengadilan dalam perkara tersebut.
"Tentu saja apa pun hasilnya kita tetap selalu menghormati hukum," pungkasnya.
Reporter : Agustin Dwi Anggraini