- Sedikitnya 33 negara di dunia mengeluarkan panduan kesiapsiagaan darurat untuk mengantisipasi potensi gangguan kebutuhan pokok masyarakat.
- Pemerintah Perancis dan Inggris melalui Newsweek pada Oktober 2026 mengingatkan pentingnya stok persediaan darurat selama 72 jam.
- Panduan tersebut bertujuan menghadapi berbagai ancaman seperti perang, bencana alam, gangguan listrik, hingga serangan siber.
Pemadaman dalam skala luas dapat menghambat penggunaan peralatan rumah tangga, komunikasi, dan berbagai layanan yang dibutuhkan sehari-hari.
4. Serangan siber
Gangguan terhadap sistem digital dapat memengaruhi operasional layanan penting, termasuk sistem yang mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan masyarakat.
Dalam situasi seperti itu, masyarakat belum tentu dapat langsung membeli kebutuhan pokok atau memperoleh bantuan dari pemerintah.
Karena itu, persediaan makanan, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan dasar dianjurkan untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan sementara ketika layanan publik atau distribusi terganggu.
Meski demikian, panduan dari masing-masing negara tidak selalu memiliki ketentuan yang sama karena jenis ancaman, kondisi geografis, dan kebutuhan masyarakatnya berbeda.
Daftar Negara yang Keluarkan Panduan Darurat
Berdasarkan pemetaan Newsweek, terdapat 33 negara dan wilayah yang memiliki panduan mengenai persediaan makanan atau perlengkapan untuk menghadapi keadaan darurat.
Daftar tersebut tersebar di enam kawasan dunia, dengan rincian sebagai berikut.
1. Eropa (17 negara)
- Inggris
- Irlandia
- Perancis
- Jerman
- Belanda
- Denmark
- Norwegia
- Swedia
- Finlandia
- Estonia
- Latvia
- Lithuania
- Polandia
- Republik Ceko
- Austria
- Swiss
- Kroasia
2. Amerika Utara (3 negara)
- Amerika Serikat
- Kanada
- Meksiko
3. Amerika Selatan (4 negara)
- Chile
- Kolombia
- Argentina
- Brasil
4. Afrika (1 negara)
- Afrika Selatan
5. Asia (6 negara dan wilayah)
- Jepang
- Taiwan
- Israel
- India
- Filipina
- Singapura
6. Oseania (2 negara)
- Selandia Baru
- Australia
Perlu dipahami bahwa daftar tersebut merupakan hasil penghimpunan panduan kesiapsiagaan oleh Newsweek, bukan daftar negara yang secara bersamaan menetapkan status darurat.
Sebagian negara telah memiliki pedoman persiapan bencana sejak lama, sedangkan negara lainnya memperbarui atau kembali menyosialisasikan anjuran tersebut seiring perkembangan risiko keamanan dan bencana.