Ekspor Makanan Olahan Meningkat, Indonesia Bidik Peluang Bisnis di Pasar Internasional

Jum'at, 06 November 2026 | 12:17 WIB
Ilustrasi makanan olahan. (Dok. Istimewa)
BACA 10 DETIK
  • Nilai ekspor makanan olahan Indonesia periode Januari hingga Agustus 2026 mencapai US$4,49 miliar atau naik 13,47 persen.
  • Kementerian Perdagangan membuka pameran SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran pada Rabu, 4 November 2026.
  • Pameran bisnis tersebut mempertemukan pelaku usaha lokal dengan pembeli internasional untuk memperluas jaringan perdagangan global.

Suara.com - Nilai ekspor makanan olahan Indonesia mencapai US$4,49 miliar pada periode Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 13,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini menunjukkan daya saing produk makanan Indonesia di pasar internasional sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar ekspor.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan potensi industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) Indonesia perlu didukung dengan perluasan jejaring perdagangan internasional.

Hal tersebut disampaikan Fajarini saat membuka pameran SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Rabu (4/11/2026).

Ekspor Makanan Olahan Meningkat, Indonesia Bidik Peluang Bisnis di Pasar Internasional

Menurutnya, pameran internasional tersebut dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha dalam negeri untuk bertemu dengan calon mitra bisnis dari berbagai negara.

"Pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya daya saing produk makanan Indonesia di pasar global sekaligus membuka peluang untuk memperluas jangkauan pasar internasional," kata Fajarini.

Ia berharap kehadiran SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 dapat mendorong terbentuknya hubungan bisnis jangka panjang dan menghasilkan kerja sama perdagangan yang konkret.

Pameran yang berlangsung pada 4-6 November 2026 itu menghadirkan lebih dari 500 merek dari 16 negara dan wilayah. Kegiatan ini mempertemukan produsen, pemasok, distributor, peritel, serta pembeli profesional dari dalam dan luar negeri.

Melalui platform business-to-business (B2B), pelaku industri dapat menjajaki kemitraan strategis, memperluas jaringan distribusi, serta bertukar informasi mengenai produk dan teknologi di sektor makanan dan minuman.

Managing Director SIAL Network ASEAN & India, Henri Tan, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar konsumen sekaligus pusat produksi dan ekspor makanan dan minuman di Asia Tenggara.

Namun, akses terhadap pembeli internasional dan pasar luar negeri masih menjadi tantangan, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Henri, SIAL Network berupaya menjembatani produsen lokal dengan pembeli internasional sekaligus memperkenalkan peluang bisnis di Indonesia kepada pelaku usaha global.

Pameran ini juga menghadirkan peserta internasional dari China dan Arab Saudi. Selain itu, penyelenggaraannya bersamaan dengan Indonesia Food Transport & Logistics Expo 2026 yang menampilkan solusi transportasi, logistik, dan rantai dingin untuk mendukung distribusi produk F&B.

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 berlangsung hingga 6 November 2026 di Hall B dan C JIExpo Kemayoran, Jakarta. 

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com