- Survei Jakpat Desember 2024 menunjukkan sebagian besar Gen Z menyukai mi goreng dan makanan pedas.
- Mie Sedaap meluncurkan produk kemasan cup varian rasa baru yang menggabungkan mi goreng dan cabai rawit.
- Inovasi kuliner tersebut dihadirkan untuk memenuhi preferensi generasi muda yang gemar mencoba tren makanan viral.
Suara.com - Makanan pedas dan mi goreng menjadi dua pilihan kuliner yang dekat dengan selera generasi Z.
Tak hanya menyukai cita rasa yang kuat, anak muda juga dikenal gemar mengeksplorasi makanan baru, termasuk mencoba berbagai kuliner yang sedang viral di media sosial.
Preferensi tersebut terlihat dalam survei Jakpat pada Desember 2024 terhadap 1.155 responden Gen Z. Hasilnya, 61 persen responden menyukai mi goreng, sementara 68 persen menyukai makanan pedas.
Kebiasaan mencoba makanan baru juga terlihat dari cara Gen Z mencari referensi kuliner. Riset Attest menunjukkan, 73 persen Gen Z menggunakan media sosial untuk menemukan inspirasi makanan.
Sebanyak 85 persen responden bahkan pernah mencoba setidaknya satu tren makanan viral dalam setahun terakhir.
Data tersebut memperlihatkan bahwa media sosial turut menjadi ruang bagi anak muda untuk mengenal berbagai pilihan kuliner. Makanan tidak hanya dinilai dari rasa, tetapi juga pengalaman baru yang ditawarkan dan keseruannya saat dinikmati bersama teman.
Kecenderungan ini ikut mendorong munculnya berbagai inovasi makanan dengan perpaduan rasa yang sudah akrab di lidah konsumen. Salah satunya adalah kombinasi mi goreng dan rasa pedas yang menyasar penggemar kedua jenis makanan tersebut.
Salah satu produk yang hadir dengan kombinasi itu adalah Mie Sedaap Cup Goreng Pedas Dinamit. Varian ini memadukan cita rasa manis dan gurih khas mi goreng dengan sensasi pedas dari cabai rawit asli.
Brand Manager Mie Sedaap Cup, Yohana Adityarini, mengatakan inovasi tersebut berangkat dari pengamatan terhadap preferensi konsumen, terutama generasi muda yang menyukai mi goreng dan makanan pedas.
"Kami melihat mi instan goreng masih memiliki potensi pertumbuhan, sementara cita rasa pedas juga menjadi salah satu preferensi yang dekat dengan anak muda. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang sesuai dengan karakter mereka: bisa menikmati sensasi pedas yang menggigit tapi nggak over, tetap enjoyable," ujar Yohana.
Menurut Yohana, format kemasan cup juga ditujukan untuk memudahkan konsumen menikmati mi dalam berbagai situasi, baik saat berkumpul bersama teman maupun ketika bersantai.
Tren kuliner anak muda juga tidak lepas dari pengaruh komunitas, kreator konten, dan media sosial.
Rekomendasi makanan yang muncul di linimasa dapat mendorong rasa penasaran untuk mencoba rasa atau produk yang sebelumnya belum dikenal.
Hal ini membuat eksplorasi kuliner menjadi bagian dari keseharian Gen Z. Mereka bisa menemukan referensi makanan dari konten digital, mencoba tren yang sedang ramai dibicarakan, kemudian membagikan pengalaman tersebut kepada lingkaran pertemanannya.
Dengan karakter konsumen yang terbuka terhadap pengalaman baru, perpaduan rasa yang familiar dan sensasi berbeda menjadi salah satu cara pelaku industri makanan menghadirkan pilihan kuliner yang mengikuti perkembangan selera anak muda.