Suara NTB - Indonesia akan kedatangan dua kapal perang destroyer atau perusak yaitu JS Shimakaze dan JS Asagiri.
Bukan untuk dibeli, kapal tersebut datang ke Indonesia untuk sandar di Pelabuhan Bitung.
Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VIII (Wadan Lantamal VIII) Kolonel Marinir Mikaryo Widodo mengatakan pihaknya telah bertemu Courtesy Call (CC) Atase Pertahanan Jepang Captain Mizuno Hidenori di Manado pada Rabu 22 Februari 2023 lalu.
Dikutip dari laman resmi TNI AL, pertemuan itu untuk membahas rencana kedatangan dua kapal perang Jepang tersebut.
Selain itu, juga membahas siapa saja yang akan menyambut kedatangan dua kapal perang tersebut.
Dalam kunjungan tersebut juga dibahas rencana kegiatan selama kapal sandar di dermaga dan siapa saja pejabat yang terlibat dalam pelaksanaan penyambutan kapal perang Jepang tersebut.
Profil JS Shimakaze dan JS Asagiri
JS Shimakaze merupakan kapal perusak milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang dan merupakan kapal kedua dari kapal perusak berpeluru kendali kelas Hatakaze.
Kini, kapal yang diluncurkan pada Januari 1987 tersebut direklasifikasi sebagai kapal latih pada tahun 2021.
Baca Juga: Lagu Asmalibrasi Milik Band Soegi Bornean Ramai Dibahas Netizen, Ada Apa?
Dibuat oleh Mitsubishi Heavy Industries, kapal tersebut memiliki panjang 150 meter.
Sementara JS Asagiri merupakan perusak kelas Asagiri dari Pasukan Bela Diri Maritim Jepang yang dibangun oleh IHI Corporation dengan panjang 137 meter.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi