NTB.Suara.com - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat membuat kebijakan masuk sekolah mulai pukul 05.00 WITA. Kebijakan itu kini menuai polemik dan banyak yang meminta dibatalkan.
Salah satu yang mendesak agar kebijakan itu dibatalkan adalah Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).
Sekjen FSGI Heru Purnomo mengatakan pihaknya mengkritik kebijakan dari Pemprov NTT tersebut.
“FSGI mengkritik kebijakan masuk sekolah jam 05.00 WITA di NTT,” katanya dikutip dari Antara, Selasa (28/2/2023).
Dia mengatakan pemerintah setempat seharusnya mempertimbangkan aspek kesehatan anak.
Sebab, kebijakan yang dibuat membahayakan tumbuh kembang anak.
Dia menambahkan pihaknya sudah meminta pendapat dari guru dan orangtua di NTT terkait kebijakan tersebut.
Mereka banyak yang tidak setuju dengan kebijakan tersebut.
Alasannya mulai dari faktor keamanan saat menuju sekolah, transportasi yang sulit pada pagi hari dan kesiapan orang tua di rumah.
Baca Juga: Cedera, Timnas Indonesia U-20 Dipastikan Tanpa Zanadin Fariz di Piala Asia U-20 2023
Menurutnya, dampak buruk kebijakan itu adalah anak kurang tidur. Hal itu tentu berpengaruh pada tumbuh kembang dan kesehatan sang anak.
Bahkan, menurutnya bisa berpengaruh pada pertumbuhan otak anak.
Dalam sebuah studi, kata dia, anak-anak yang kurang jam tidurnya cenderung memiliki mood yang tidak stabil, mudah marah, sulit konsentrasi ketika melakukan sesuatu dan mengalami penurunan kemampuan belajar ketika di sekolah.
Selain itu, penelitian Journal Academic Pediatrics ini menunjukkan bahwa gangguan belajar, mengingat dan analisa pada anak usia sekolah dasar dapat disebabkan oleh kurangnya jam tidur saat anak masih berusia balita.
“Tidur sangat penting bagi tubuh. Pada saat tidur tubuh akan memperbaiki diri baik secara fisik maupun mental sehingga kita merasa segar dan berenergi saat bangun serta siap menjalani aktivitas,” kata Ketua Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Demi Timnas Indonesia Naik Kelas, John Herdman Sampai Pantau Pertandingan Tim Championship
-
6 Shio Paling Hoki pada 15 Februari 2026, Siapa yang Beruntung Hari Ini?
-
KPK Dalami Kaitan Rangkap Jabatan Mulyono dengan Modus Korupsi Restitusi Pajak
-
Payung Merah Patah Tangkai
-
5 Destinasi Wisata Religi Buddha di Kepulauan Riau, Sarat Sejarah dan Spiritualitas
-
Konser di NICE PIK 2, Westlife Sebut Indonesia jadi Rumah Kedua
-
Insanul Fahmi Tuduh Ada Dalang, Konflik dengan Inara Rusli dan Mawa Diklaim Cuma Settingan
-
Profil PT Hillcon Tbk (HILL), Harga Sahamnya Anjlok Parah Usai Gugatan PKPU
-
32 Kode Redeem FC Mobile 15 Februari 2026, Klaim Permata dan Pemain Ginga OVR 108-112
-
Dony Tri Pamungkas Optimis Persija Jakarta Curi Poin Penuh di Markas Bali United