- Anak usaha PT Hillcon Tbk, PT Hillconjaya Sakti, digugat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang oleh PT Tri Nusantara Petromine.
- Harga saham HILL anjlok hingga batas ARB pada 13 Februari 2026, mencerminkan penurunan 57,45% dalam sebulan terakhir.
- Pemegang saham pengendali menjual 1,85 juta lembar saham pada 12 Februari 2026, meski operasional perusahaan berjalan normal.
Suara.com - PT Hillcon Tbk (HILL). Melalui keterbukaan informasi resmi, manajemen mengungkapkan bahwa salah satu entitas anak usahanya, PT Hillconjaya Sakti, kini tengah menghadapi gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di pengadilan.
Gugatan tersebut dilayangkan oleh PT Tri Nusantara Petromine dengan nomor perkara 26/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Jkt.Pst. Panggilan sidang pertama dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dijadwalkan telah diterima pada 10 Februari 2026.
Merespons kabar negatif tersebut, harga saham HILL mengalami tekanan jual yang sangat masif. Pada perdagangan Jumat (13/2/2026), saham HILL anjlok 13,98% hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) di harga Rp80 per lembar.
Kondisi ini merupakan kelanjutan dari tren negatif hari sebelumnya, di mana pada Kamis (12/2/2026), saham HILL juga longsor 14,68% dan berakhir di posisi ARB.
Akumulasi penurunan dalam satu bulan terakhir telah mencapai angka yang mengkhawatirkan sebesar 57,45%, sementara jika ditarik dalam satu tahun terakhir, saham ini telah "nyungsep" hingga 80,95%.
Antrean jual di harga dasar Rp80 terpantau membeludak hingga mencapai 890 ribu lot pada penutupan pasar akhir pekan, menandakan minimnya minat beli di tengah sentimen hukum yang membayangi anak usaha perseroan.
Pengendali Terus Melepas Kepemilikan
Di tengah kemerosotan harga, pemegang saham pengendali, PT Hillcon Equity Management, terpantau aktif melepas kepemilikan saham mereka.
Berdasarkan laporan tertanggal 12 Februari 2026, pengendali telah menjual sebanyak 1.853.500 lembar saham HILL pada harga rata-rata Rp140. Aksi jual ini membuat kepemilikan Hillcon Equity Management menyusut menjadi 41,41%.
Baca Juga: Keasikan Terbang, IHSG Justru Melorot Imbas Aksi Ambil Untung
Meski kondisi pasar bergejolak, Direktur Utama Hillcon, Hersan Qiu, memastikan bahwa operasional perusahaan secara umum masih berjalan normal.
"Hingga saat ini kegiatan operasional perseroan masih berjalan," tegasnya dalam laporan tertulis kepada Bursa Efek Indonesia.
Profil PT Hillcon Tbk (HILL): Dari IPO Hingga Struktur Keluarga
PT Hillcon Tbk merupakan perusahaan holding yang fokus pada jasa kontraktor pertambangan batubara dan nikel.
Perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 1 Maret 2023 dengan harga IPO sebesar Rp1.250 per saham—angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga pasar saat ini yang tinggal Rp80.
Berikut adalah rincian profil perusahaan:
Berita Terkait
-
BEI Rombak Total Aturan Main Usai Tabir Gelap Saham RI Dibongkar MSCI
-
Tekanan Jual Investor Bikin IHSG Ambruk Lagi, 429 Saham Kebakaran
-
Saham DEWA Meroket Usai Langkah Strategis Portofolio, Ini Target Harganya
-
Temui MSCI 2 Jam, Luhut Paparkan Strategi Benahi Pasar Saham dan Sistem AI BEI
-
Portofolio Berdarah-darah Saat IHSG Anjlok, Bertahan atau Menyerah?
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia