/
Kamis, 02 Maret 2023 | 20:31 WIB
Dedi Mulyadi dan Mardigu Wowiek (Youtube Kang Dedi)

NTB.Suara.com – Adanya tambang nikel di Indonesia ternyata tidak berdampak kesejahteraan daerah sekitar yang menjadi lokasi tambang. Malahan menimbulkan kemiskinan baru dan kerusakan lingkungan yang panjang. 

Politisi Golkar Dedi Mulyadi atau Kang Dedi menyebut penambangan nikel di Indonesia menjadi problem karena tidak memberi kesejahteraan bagi masyarakat. 

“Problem di Indonesia daerah yang di dalamnya ada tambang malah yang terjadi tidak mensejahterakan masyarakat sekitarnya, yang terjadi kerusakan lingkungan karena eksploitasi sumber daya alam, dan ini malah melahirkan kemiskinan baru,” kata Kang Dedi Mulyadi saat diskusi dengan Mardigu Wowiek atau Bosman di youtube channel Kang Dedi Mulyadi. 

Pembangunan dengan mengandalkan eksploitasi SDA seperti tambang menurut Kang Dedi hanya dinikmati oleh segelintir elit, dan mayoritas uang hasil tambang dipakai tidak di daerah tambang, sehingga masyarakat sekitar tambang tetap miskin.  

“Ini ngeruknya disana, pesta poranya di tempat lain, di bank lain, benefitnya dinikmati segelintir orang,” kata Kang Dedi.

Pendapat mantan bupati Purwakarta ini diamini oleh Bos Man Mardigu, Bos Man berpendapat lebih baik eksploitasi SDA Indonesia tidak sebanding dengan kenaikan produk domestik bruto (PDB) yang hanya naik 2 persen per tahun. Sementara kerusakan lingkungan akibat eksploitasi tidak bisa diperbaiki dan rakyat tidak sejahtera. 

“Cara bernegaranya yang salah, zaman pak Karno kekayaan tidak bertambah tapi SDA kita tidak hilang, sekarang SDA hilang kita tidak kaya,” ujar Bos Man. 

Load More