NTB.Suara.com – Kang Dedi Mulyadi memborong krupuk seorang Ibu-Ibu atau Emak yang ditemuinya di pinggir jalan saat sedang dalam perjalanan ke suatu tempat.
Emak yang tidak disebutkan Namanya ini berjalan kaki setiap hari untuk menjual kerupuk setiap jam 05.00 subuh, saat sebagian orang masih belum memulai aktivitasnya. Melihat ibu tersebut memanggul kerupuk seorang diri, berjalan tanpa alas kaki, Kang Dedi kemudian mengajak Emak naik mobil.
Didalam mobil Emak bercerita jika berjualan setiap pagi untuk menghidupi keluarganya, yakni Ibu Emak, kemudian anak dan cucunya sendiri. Dia membawa kerupuk setiap pagi ke desa sebelah untuk dijual. Emak bercerita jam 07.00 pagi krupuknya sudah habis dan dia bisa pulang membawa keuntungan Rp 44 ribu.
Uang tersebut digunakan untuk membelikan Ibunya beras, dan memberikan belanja kepada cucunya. Kang Dedi bertanya kenapa harus bekerja padahal sudah memiliki anak yang seharusnya bisa mandiri.
Emak mengatakan dia ingin tetap ikut bertanggungjawab kepada keluarganya, membantu anaknya walaupun anaknya sudah berkeluarga dan memberikan dia uang bulanan. Kerja keras emak ini membuat Kang Dedi kagum.
“Emak ini harus di contoh, rakyat Jawa Barat yang kerja keras,” Kata Kang Dedi dilansir dari youtube channel Kang Dedi Mulyadi.
Agar emak tidak keliling, Kang Dedi kemudian memborong krupuk tersebut seharga Rp 154 ribu. Tidak hanya itu Kang Dedi juga memberikan bekal tambahan untuk Emak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan
-
Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?
-
Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi
-
Ribuan Relawan Makan Bergizi Gratis di NTB Demo Turun ke Jalan
-
Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap
-
Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini
-
Salah Kaprah tentang Makna Benefit yang Tercantum di Iklan Lowongan Kerja
-
Francisco Conceicao: Kami Bukan Pelayan Cristiano Ronaldo!
-
Kejati Sulsel Vs Bahtiar Baharuddin: Saling 'Serang' Bukti di Sidang Praperadilan Bibit Nanas
-
Dunia Pelototi Kasus Pembunuhan Jurnalis Rico Pasaribu: Investigasi Bongkar Kejanggalan Serius