NTB.Suara.com - Kalimantan tak hanya dikenal sebagai daerah penghasil tambang dan juga kelapa sawit. Ternyata, Kalimantan juga kaya dengan segudang hasil alam. Bukan hanya kayu dan rotan.
Kalimantan juga menjadi daerah penghasil sarang burung walet berkualitas. Jadi, di sana banyak Sultan-sebutan orang kaya yang penghasilannya ratusan juta sampai miliaran rupiah. Namun, hidup mereka tetap terlihat sederhana.
Hal itu juga diungkap dalam kanal YouTube @Jajago Keliling Indonesia dengan judul "Ternyata orang kaya di Kalimantan tinggalnya di gubuk". Dalam video itu terlihat John dan Riana sedang berada di wilayah Kalimantan Barat.
Tepatnya mereka berada di Desa Terentang. Akses di wilayah desa itu masih terbilang sangat sederhana. Jalan berlumpur dan sulit listrik serta sinyal.
"Kalau malah nyalakan genset," begitu kata salah satu penduduk desa menjelaskan kepada John dan Riana, pasangan muda yang mengelola kanal YouTube @Jajago Keliling Indonesia.
Tak hanya mengeksplore seluruh sudut desa dengan menggunakan sepeda motor. Mereka juga melihat-lihat rumah walet yang dimiliki warga setempat.
Meski hanya memiliki rumah gubuk, siapa sangka penghasilan para pemilik rumah walet di sana terbilang besar.
"Di desa ini kami beristirahat di sebuah gubuk. Ternyata pemiliknya memiliki empat rumah walet. Panen per bulan 80 kilogram dan jika dirupiahkan Rp 800 juta," kata John.
"Di Kalimantan banyak sultan yang kaya raya tapi tidak kelihatan," tukasnya dikutip NTB.Suara.com, Minggu 26 Maret 2023.
Baca Juga: Tajir Gaes! Berikut Daftar Pasutri Muda dengan Konten Keliling Indonesia
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Malaysia Masters 2026: Lolos Babak Utama, Kadek Dhinda Tantang Jagoan Thailand
-
Media Turkiye Soroti Langkah Hukum Indonesia usai WNI Ditahan Israel di Global Sumud Flotilla
-
Teks Pidato Resmi Menteri Komunikasi dan Digital untuk Upacara Harkitnas 2026
-
BRIN Ingatkan Prabowo soal Reformasi Politik, Khawatir Pemilu 2029 Bisa Bermasalah
-
Gubernur Bobby Nasution Targetkan RS Internasional Sumut Beri Layanan Medis Kelas Dunia
-
Iritnya Sedan Murah Suzuki Bisa 29,7 Km per Liter, Harga Mirip Brio
-
7 Rekomendasi Parfum Pria Tahan Lama di Alfamart yang Wanginya Nagih
-
Bakal 'Sakti' Seperti KPK, Komnas HAM Diusulkan Bisa Lakukan Penyidikan dan Tuntut Pelanggar HAM
-
Jelang Laga Krusial Manchester City, Mikel Arteta Mendadak Jadi Suporter Bournemouth
-
Kenapa Orang Rela Antre demi AP x Swatch? Fenomena FOMO dan Budaya Luxury