NTB.Suara.com - Pernyataan menggelikan Bambang Pacul terekam dengan jelas saat komisi III DPR RI rapat dengar pendapat dengan Menkopolhukam Mahfud MD.
Pernyataan yang menjadi sorotan publik tersebut ketika Mahfud MD meminta dukungan DPR agar RUU perampasan aset segera disahkan menjadi UU agar kasus seperti di Kementerian Keuangan bisa dieksekusi.
“Melalui pak Bambang Pacul pak tolong pak, UU perampasan aset mohon didukung pak, biar kami bisa ambil begini - begini ini pak,” kata Mahfud.
Bambang Pacul langsung merespon dengan mengatakan jika tidak bisa Mahfud hanya melobi anggota DPR RI, melainkan harus melobi ketua umum partai.
“Mahfud tanyak pada kite, tolong dong UU Perampasan dijalanin, disini ini gampang, lobinya jangan disini pak, ni korea - korea ini semua nurut bosnya masing - masing. Disini boleh ngomong gagah pak, Bambang Pacul di telepon Ibu, Pacul diem, siap !. Laksanakan, laksanakan pak !. Jadi presiden pernah nanya dua hal sama saya, pembatalan uang kartal dan RUU . Pak Presiden kalau pembatalan uang kartal pasti presiden nangis semua, kenapa?, masak dia bagi duit harus pake e-wallet, e-wallet cuma 20 juta lagi, ga iso pak nanti mereka ga jadi lagi, loh saya terang-terangan ini. Mungkin perampasan aset bisa harus bicara dengan ketum partai dulu. Kalau di sini ndak bisa, permintaan sampean langsung saya jawab, Bambang Pacul siap kalau diperintah,” kata Bambang Pacul yang disambut tawa peserta RDP.
Kelakar Bambang Pacul di depan Mahfud MD menguatkan asumsi publik jika anggota DPR RI sangat bergantung pada ketua umum partai untuk keputusan yang strategis. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Klub Super League Wajib Pakai Pelatih Lokal Mulai Musim 2026/2027
-
55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
-
Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional
-
Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa
-
Cuma Rp2 Jutaan, 3 Tablet 'Spek Dewa' yang Direkomendasikan David GadgetIn
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
-
Giorgio Antonio Dituding Pakai Barang KW, Jam Tangan Mewah Rp3 Miliar Pacar Sarwendah Disorot
-
Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya