NTB.Suara.com - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga mengatakan pembangunan training camp tetap berlanjut meski dana pengembangan sepak bola Indonesia dibekukan oleh FIFA.
Menurut Arya Sinulingga, pembangunan Training Camp (TC) tetap berlanjut. Meski dana dibekukan tapi masih bisa mengajukan bantuan pada FIFA.
Langkah yang harus dilakukan oleh PSSI saat ini adalah menyakinkan FIFA jika proses transformasi sepak bola Indonesia tetap berjalan.
Jika FIFA yakin ada progres, maka mungkin saja FIFA akan memberikan bantuan untuk pembangunan training camp.
"Yang pasti TC (Training Camp) di IKN," ujar Arya dikutip dari laman Suara.com
"Soal pendanaan itu kan sanksi itu, kami harus meyakinkan FIFA bahwa transformasinya jalan."
"Salah satunya adalah infrastruktur, TC itu termasuk. Jadi nanti kalau misalnya ada progres, maka itu bisa kita ajukan ke FIFA."
Sebelumnya saat FIFA memberikan sanksi pembekuan dana bantuan program pembangunan sepak bola Indonesia, training camp dikhawatirkan akan terdampak.
Pasalnya pembangunan training camp adalah salah satu upaya dari PSSI agar sepak bola Indonesia bisa semakin maju.
Baca Juga: Inilah Aturan dan Waktu yang Pas Membayar Kewajiban Fidyah di Bulan Suci Ramadhan
Rencananya akan ada 8 lapangan latihan dengan kualitas terbaik dan juga fasilitas pendukung lainnya, seperti hotel dan gym.
Tapi untuk meyakinkan FIFA, PSSI harus berusaha keras. Meski FIFA sudah berkomitmen untuk membantu pengembangan sepak bola Indonesia, tapi masih banyak masalah yang harus dihadapi oleh PSSI.
Arya menambahkan, saat ini PSSI tengah berjuang keras untuk bisa meyakinkan FIFA.
Karena itu setiap ada progres positif, PSSI langsung melaporkan ke FIFA.
"Tidak ada masalah (dengan sanksi) asalkan nanti tiap progres kita ajukan, tiap progres kita ajukan," tambahnya.
Setelah diberi kartu kuning oleh FIFA, PSSI tengah mengupayakan bisa kembali ke jalur aman dan mendapatkan kembali kepercayaan penuh dari FIFA. (M.Iqbal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
RAN Remake Video Klip Pandangan Pertama, Bikin Nostalgia Era YouTube Awal
-
Viral Bocah Hafal Lagu MBG "Mas Bahlil Ganteng", Dikira Buah Beneran: Buahlil Itu Stroberi Yah?
-
Gaji Rp7 Juta Tapi Punya Nissan GT-R Rp12 M, Noel Heran Kekayaan Bobby Mahendro: Gila Ini Orang!
-
Pemprov Sulsel Genjot Program MYP untuk Perbaikan Jalan Strategis
-
Sanksi Tegas Tawuran: 40 KJP Siswa Jakarta Melayang, Tapi Harapan Sekolah Tak Boleh Padam
-
Wamenkeu Ungkap 3 Sumber Krisis Ekonomi Negara, Gimana Nasib RI?
-
Antusiasme Dukungna Bobotoh Bikin Eliano Reijnders Geleng-geleng Kepala
-
Kesbangpol Bantul Kaji Legalitas Tempat Ibadah GMS Usai Dugaan Aksi Pembubaran
-
4 Warga Kehilangan Nyawa Imbas Listrik Padam di Sumatera
-
Beleid E-Commerce Segera Rampung, Apa Poin Utamanya?