/
Jum'at, 21 April 2023 | 17:30 WIB
Ilustrasi penis / Mr P lelaki. (Shutterstock)

NTB.Suara.com – Mendengar soal obat kuat pria, pastinya sudah tidak asing lagi di telinga. Terlebih bagi pasangan suami istri apalagi pengantin baru.

Untuk memperoleh obat kuat pria kini banyak dijual bebas di apotik maupun dapat dibuat sendiri di rumah dengan bahan-bahan herbal alami.

Namun ternyata, ada beberapa obat kuat pria khususnya yang bersifat medical seperti bentuk pil (blue pills) atau kapsul yang harus diperhatikan sebelum dibeli. Apalagi membelinya tanpa resep dokter.

Sebagian pria sengaja untuk mengonsumsi obat kuat agar dapat memuaskan pasangannya atau sekedar ingin meningkatkan vitalitas maupun gairah ketika berhubungan. Padahal, obat ini fungsi utamanya untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi atau impotensi.

Dilansir dari kanal YouTube Clarin Hayes pada Jumat (21/4), impotensi merupakan gangguan hasrat seksual, gangguan ereksi, ejakulasi, lubrikasi hingga orgasme. Sementara itu, disfungsi ereksi condong kepada ketidakmampuan pria mencapai atau mempertahankan ereksinya.

Obat kuat yang umum beredar adalah golongan inhibator PDE 5, yang berfungsi mendegradasi cyclic GMP yang terbentuk di jaringan penis, akibat dari respon rangsang seksual.

Sederhananya, obat tersebut meningkatkan dan mempertahankan alirah darah di penis selama ada rangsangan seksual. Ada beberapa jenis PDE 5 yang beredar di pasaran, yaitu avanafil (stendra), sildenafil (viagra), tadalafil (cialis), dan vardenafil (staxyn, levitra).

Obat-obat kuat sebaiknya diperoleh dengan resep dokter karena setiap obat memiliki efek samping. Beberapa efek samping ringan umumnya seperti hidung tersumbat, sakit kepala, perubahan visual, sakit punggung, sakit perut.

Untuk efek samping berat yang jarang terjadi, seperti priapismus yaitu ereksi dalam waktu yang lama (lebih dari 4 jam) dan tidak bisa kembali.

Baca Juga: Berapa Ukuran Mr P yang Bikin Pasangan Puas? Ini Penjelasan Dokter Boyke

Jika mengalami gangguan ini, harus segera mendapatkan pertolongan medis, sebab jika mengalami kekurangan oksigen pada penis, bisa menyebabkan kematian pada jaringan penis itu sendiri.

Kemudian efek samping lainnya juga seperti kehilangan fungsi penglihatan mendadak pada salah satu ataupun kedua mata hingga gangguan pendengaran. Maka dari itu, sebelum mengonsumsi obat-obat kuat yang dijual di apotik atau e-commerce, konsultasikan lebih dulu dengan dokter terkait. (Ainul Yaqin/*)

Load More