NTB.Suara.com – Mendengar soal obat kuat pria, pastinya sudah tidak asing lagi di telinga. Terlebih bagi pasangan suami istri apalagi pengantin baru.
Untuk memperoleh obat kuat pria kini banyak dijual bebas di apotik maupun dapat dibuat sendiri di rumah dengan bahan-bahan herbal alami.
Namun ternyata, ada beberapa obat kuat pria khususnya yang bersifat medical seperti bentuk pil (blue pills) atau kapsul yang harus diperhatikan sebelum dibeli. Apalagi membelinya tanpa resep dokter.
Sebagian pria sengaja untuk mengonsumsi obat kuat agar dapat memuaskan pasangannya atau sekedar ingin meningkatkan vitalitas maupun gairah ketika berhubungan. Padahal, obat ini fungsi utamanya untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi atau impotensi.
Dilansir dari kanal YouTube Clarin Hayes pada Jumat (21/4), impotensi merupakan gangguan hasrat seksual, gangguan ereksi, ejakulasi, lubrikasi hingga orgasme. Sementara itu, disfungsi ereksi condong kepada ketidakmampuan pria mencapai atau mempertahankan ereksinya.
Obat kuat yang umum beredar adalah golongan inhibator PDE 5, yang berfungsi mendegradasi cyclic GMP yang terbentuk di jaringan penis, akibat dari respon rangsang seksual.
Sederhananya, obat tersebut meningkatkan dan mempertahankan alirah darah di penis selama ada rangsangan seksual. Ada beberapa jenis PDE 5 yang beredar di pasaran, yaitu avanafil (stendra), sildenafil (viagra), tadalafil (cialis), dan vardenafil (staxyn, levitra).
Obat-obat kuat sebaiknya diperoleh dengan resep dokter karena setiap obat memiliki efek samping. Beberapa efek samping ringan umumnya seperti hidung tersumbat, sakit kepala, perubahan visual, sakit punggung, sakit perut.
Untuk efek samping berat yang jarang terjadi, seperti priapismus yaitu ereksi dalam waktu yang lama (lebih dari 4 jam) dan tidak bisa kembali.
Baca Juga: Berapa Ukuran Mr P yang Bikin Pasangan Puas? Ini Penjelasan Dokter Boyke
Jika mengalami gangguan ini, harus segera mendapatkan pertolongan medis, sebab jika mengalami kekurangan oksigen pada penis, bisa menyebabkan kematian pada jaringan penis itu sendiri.
Kemudian efek samping lainnya juga seperti kehilangan fungsi penglihatan mendadak pada salah satu ataupun kedua mata hingga gangguan pendengaran. Maka dari itu, sebelum mengonsumsi obat-obat kuat yang dijual di apotik atau e-commerce, konsultasikan lebih dulu dengan dokter terkait. (Ainul Yaqin/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
Terkini
-
Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Ibu Muda Meninggal di Hari Pertama Kerja Usai Cuti Melahirkan
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
Intip Performa Saddil Ramdani Bersama Timnas Indonesia, Siap Bangkit di Era John Herdman
-
Sumatera Utara Perpotensi Diguyur Hujan 27 April hingga 4 Mei 2026
-
Jangan Sampai Menyesal! Ini 9 Cara Hindari Mobil Mogok di Tengah Rel Kereta Api
-
Tragedi Pilu Kecelakaan di Bekasi, Benarkah Medan Magnet Rel Kereta Bikin Mobil Mogok?
-
Kesha Ratuliu Geram Nikahan Syifa Hadju Dibandingkan dengan Alyssa Daguise
-
Tragedi Bekasi Timur: KA Prioritas Utama, Perlintasan Tanpa palang Pintu Jadi Masalah
-
Daftar Hitam Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan di Indonesia: Terbaru Tragedi Bekasi Timur
-
Manfaatkan Fasilitas Pabrik Milik Hyundai, Kia Carens Versi Listrik Meluncur Akhir Tahun