- Ekspor mobil China melonjak 73 persen pada Mei 2026 dengan volume mencapai 809.000 unit kendaraan ke pasar global.
- Dominasi kendaraan energi baru menyumbang lebih dari separuh total ekspor karena beralihnya konsumen akibat tingginya harga BBM.
- Produsen otomotif China memperluas jangkauan ke pasar internasional sebagai strategi menghadapi penurunan permintaan domestik yang melambat sepanjang 2026.
Suara.com - Industri otomotif China menunjukkan taringnya di pasar internasional dengan catatan performa yang luar biasa pada pertengahan 2026. Berdasarkan data China Association of Automobile Manufacturers (CAAM), ekspor mobil China dari Negeri Tirai Bambu melonjak drastis hingga 73 persen pada Mei 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Volume ekspor pada Mei 2026 menyentuh angka sekitar 809.000 unit, meningkat dari capaian April yang berada di level 796.000 unit. Tren positif tersebut dipicu oleh dominasi kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) yang mencakup mobil listrik murni dan plug-in hybrid. Tercatat sebanyak 435.000 unit NEV berhasil dikapalkan ke luar negeri atau mencakup lebih dari separuh total ekspor mobil China.
Kenaikan permintaan ini berbanding lurus dengan melambungnya harga bensin dan solar secara global sebagai dampak konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Konsumen di berbagai belahan dunia, termasuk kota-kota besar, mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan untuk menekan biaya operasional harian yang semakin mencekik.
"Harga minyak yang tinggi jelas telah mendorong minat yang lebih besar terhadap kendaraan listrik," kata Analis Industri Otomotif dari UBS, Paul Gong, dikutip Jumat (12/6/2026).
Raksasa otomotif seperti BYD kini semakin gencar memperluas jangkauan pasar ke wilayah Amerika Latin, Asia, hingga Eropa. Langkah ekspansi agresif tersebut diambil di tengah melambatnya permintaan domestik China akibat kebijakan pengurangan insentif pemerintah untuk pembelian mobil listrik.
Lembaga keuangan UBS memproyeksikan ekspor mobil penumpang China sepanjang tahun 2026 akan tumbuh sekitar 40 persen. Khusus untuk segmen kendaraan listrik, pertumbuhannya diprediksi mampu menyentuh angka 80 persen. Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan penjualan kendaraan listrik global dapat mencapai 23 juta unit pada 2026 atau hampir 30 persen dari total penjualan mobil dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian