NTB.Suara.com - Konflik perceraian Ari Wibowo dan Inge Anugrah jadi kian memanas. Hal ini diawali dengan pernyataan kuasa hukum Inge Anugrah, Petrus Bala Pattyona yang mengungkapkan bahwa kliennya tak pernah diberikan uang tunai selama menikah.
Sebagai gantinya, Ari Wibowo memberikan kartu kredit dengan limit hanya Rp10 juta rupiah.
Buntut dari pernyataan tersebut, Ari Wibowo lantas dituding pelit. Warganet pun berspekulasi bahwa hal itulah yang menjadi penyebab retaknya rumah tangga yang sudah hampir 17 tahun ini.
Tak terima dituduh pelit, pihak Ari Wibowo lantas melakukan konferensi pers. Di sana, ia bersama tim kuasa hukum mengungkapkan bahwa salah satu alasan perceraian adalah karena adanya orang ketiga.
“Bahwa ada statement yang beredar bahwa perceraian ini tanpa adanya keterlibatan pihak ketiga, hal apa yang mau kami sampaikan adalah pernyataan tersebut tidak benar. Bahwa ada orang ketiga makanya ada urusan perceraian ini, ” kata pengacara Ari Wibowo, Riki Saragih dalam konferensi pers tersebut.
Tuduhan Ari Wibowo soal orang ketiga pada Inge Anugrah ini lantas dibantah tegas oleh Petrus Bala Pattyona. Menurutnya, orang ketiga yang dimaksud Ari Wibowo kemungkinan hanyalah instruktur senam Inge Anugrah.
“Oh itu tidak benar (tuduhan orang ketiga). Mungkin, yang dimaksud Pak Ari itu seorang instruktur senam. Karena kan Ibu Inge olahraga di tempat gym yang sama, instrukturnya ya yang itu-itu juga,” bantah Petrus, kuasa hukum Inge Anugrah dikutip NTB.Suara.com dari YouTube Intens Investigasi pada Jumat (28/04/2023).
Petrus lantas melanjutkan, “kalau orang ketiga, itu tidak ada. Mungkin, Pak Ari melihatnya Ibu Inge selalu bersama instruktur senam yang itu-itu terus. Tapi kalau sampai berhubungan itu nggak ada sama sekali.”
Dalam pernyataannya, Petrus menambahkan bahwa tak ada yang salah dari tuduhan Ari Wibowo.
Baca Juga: Gubernur Ganjar dan Keluarga Habiskan Idul Fitri di Purbalingga
Pasalnya, setiap orang pasti punya persepsi berbeda. Namun dengan tegas ia menyebutkan bahwa faktanya tidak pernah ada orang ketiga dari pihak Inge Anugrah.
“Kalau dengan dia mengucapkan itu ya hak dia juga ya. Karena kan orang boleh memberi pendapat dan persepsi yang berbeda tergantung dia mau ngomong baik buruk terserah. Tapi memang faktanya, ada instruktur senam yang kalau Ibu Inge fitness pasti dengan instruktur yang itu-itu saja,” pungkas Petrus. (Ainul Yaqin/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986