NTB.Suara.com – Pondok pesantren Al-Zaytun yang berada di Indramayu selalu mengundang kontroversi sejak berdirinya. Selain dikaitkan dengan Negara Islam Indonesia (NII) KW IX, muncul juga kontroversi lainnya dalam praktik ibadah.
Salah satunya adzan yang dilakukan oleh santri Ponpes Al-Zaytun dinilai banyak kalangan kontroversial, karena terdapat sejumlah kejanggalan. Keanehan pertama muadzin atau orang yang mengumandangkan adzan tidak menghadap kiblat seperti praktek mayoritas umat islam di Indonesia. Muadzin di Al - Zaytun malah menghadap jamaah.
Kemudian muadzin ponpes Al-Zaytun saat adzan tidak memakai langgam pada umumnya dipraktekkan di pesantren dan mushola. Muadzin hanya berteriak dengan keras tanpa irama.
Kejanggalan ketiga yang bisa dilihat secara kasat mata yakni muadzin di ponpes Al-Zaytun setiap bait adzan, banyak gerakan tambahan yang dilakukan muadzin. Dia menggerakkan tangan sesuai dengan bait yang diucapkan, seperti ketika mengucapkan Allahu Akbar muadzin mengangkat tangan ke atas, ada juga gerakan - gerakan lainnya yang terlihat aneh bagi kalangan mayoritas umat islam.
Namun keanehan tersebut masih dianggap dalam koridor yang benar oleh salah satu muadzin ternama, ustadz Arif Mukhtar. Dikutip dari youtube channelnya Adzan santai, ustadz Mukhtar menjelaskan adzan tanpa irama dengan suara yang lantang memang diperbolehkan.
Kemudian adzan dengan melakukan gerakan tangan juga seperti yang dilakukan oleh muadzin di Al-Zaytun juga tidak ada masalah.
“Yang penting tidak ada penambahan adzan seperti yang dilakukan oleh syiah, kemudian soal adzan tidak menghadap kiblat itu memang ada sunnahnya adzan sebaiknya menghadap kiblat, itu sunnah kalau dilakukan mendapat pahala, kalau tidak dilakukan ya tidak mendapat apa-apa tapi bukan berarti tidak boleh,” kata Mukhtar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Kasat Narkoba Tangsel Terseret Kasus Narkoba, Dua Polisi Diproses Pidana
-
Sayembara Cocok untuk Buronan Kakap, Jangan Berlakukan Bagi Begal dan Copet
-
Prabowo Minta Kampus Kuasai Teknologi Perkapalan
-
Review The War of the Worlds: Kisah Invasi Alien yang Sarat Kritik Sosial
-
Sinergi Kemensos & Kemendukbangga/BKKBN Bakal Hadirkan Layanan Penguatan Mental Murid Sekolah Rakyat
-
Paradoks Transportasi Jakarta: Penumpang Naik Pesat, Kenapa Macet Makin Parah?
-
Tanpa Gejala, Tapi Bisa Bikin Buta Permanen: Begini Cara Kerja Glaukoma
-
Sempat Ditangkap, Bandar Narkoba di Siak Kabur dengan Tangan Diborgol
-
Stuart Fails to Save the Universe: Suguhkan Aksi Antardimensi yang Kocak!
-
Fenomena Gunung Es HIV di Malang: Mulai dari Ibu Hamil hingga Anak yang Tertular