/
Minggu, 14 Mei 2023 | 16:53 WIB
Bek sayap Timnas Indonesia U-22, Pratama Arhan. (Sumber foto: Instagram @pssi)

NTB.Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri mengungkapkan kesedihan yang dirasakan Pratama Arhan usai diganjar hukuman kartu merah oleh wasit di laga semifinal SEA Games 2023 melawan Vietnam kemarin.

Kartu merah tersebut membuat Pratama Arhan dipastikan absen di laga final SEA Games 2023 melawan Thailand yang akan dihelat Selasa, 16 Mei 2023 pekan depan.

Indra Sjafri mengakui bahwa pemain yang berposisi bek sayap itu masih belum bisa menghilangkan rasa sedihnya seusai pertandingan meski Timnas Indonesia U-22 berhasil lolos ke final SEA Games 2023.

“Arhan (Pratama) sangat sedih dan sekarang masih sedih. Dia merasa sangat bersalah karena dia ingin tampil di final,” ungkap Indra Sjafri dikutip NTB.Suara.com dari laman resmi PSSI, Minggu (14/5/2023).

Pelatih yang juga Direktur Teknik PSSI itu mencoba memenangkan Pratama Arhan dari rasa bersalah dan menyebut kemenangan melawan Vietnam adalah kemenangan bersama tim.

“Saya bilang ke dia, kemenangan ini adalah kemenangan bersama walaupun semua bisa terjadi di lapangan,” ujarnya.

Kehilangan Pratama Arhan tentu akan menjadi kerugian yang cukup besar bagi skuad Timnas Indonesia U-22. Karena pemain Tokyo Verdy itu selalu menjadi pilihan utama Indra Sjafri di sektor bek sayap.

Apalagi Pratama Arhan memiliki lemparan ke dalam yang mematikan hal itu terbukti dari dua gol Timnas Indonesia U-22 melawan Vietnam kemarin. Dua gol terjadi karena lemparan ke dalam yang dilakukan Pratama Arhan seperti memberi crossing kepada pemain.

Tetapi Indra Sjafri tak mau terlalu pusing memikirkan absennya Pratama Arhan di laga final melawan Thailand.

Baca Juga: Giliran BCA Mobile Tak Bisa Digunakan Sejak Minggu Pagi, Ini Biang Keroknya

Ia telah menyiapkan pemain pengganti untuk mengisi posisi yang ditinggalkan eks pemain PSIS Semarang itu. (Riadin Asy/*)

Load More