Menurutnya, latar belakang agama adalah latar belakang masing-masing orang. Hanya saja, ketika sudah berada di dalam PCTA Indonesia, harus lebih baik dalam beragama sesuai dengan yang diyakini dan menjadi lebih baik dalam berkemanusiaan. Artinya berbangsa dan bernegara.
"Jadi kami tidak membahas tentang perbedaan, tapi justru mempersatukan. Bangsa Indonesia sudah punya semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika'. Tapi dibalik itu sebenarnya ada lanjutan, kalau kita mengambil dari kitab Sutasoma setelah itu dibelakangnya adalah 'Tan Hana Dharma Mangrwa'. Arti kalimat ini adalah berbeda-beda tetapi satu, tidak ada pengabdian yang mendua," katanya.
Sementara itu, Ketua DPD PCTA Indonesia Provinsi NTB, Didit Indra Kusuma, mengatakan tugas utama dari pengurus baru adalah memperkuat rajutan yang sudah terbangun oleh tokoh lintas agama, suku dan budaya di NTB, dalam satu wadah naungan persaudaraan cinta Tanah Air Indonesia.
Untuk menjalankan program sosial dan kebangsaan sesuai dengan arahan DPP PCTA Indonesia Pusat, pihaknya akan membentuk kepengurusan di tingkat kabupaten/kota di NTB.
"Kami ingin terus memperkuat rajutan kerukunan antar agama, suku dan budaya yang sudah tercipta sangat bagus di NTB," ujarnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
3 Dekade Menghibur, Project Pop Siap Guncang Jakarta Lewat Konser Forever Young Forever Fun
-
Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent
-
Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak
-
4 Manfaat Zinc untuk Kesehatan Kulit, dari Meredakan Jerawat hingga Kemerahan
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Pencuri Kabel Senilai Ratusan Juta di Cikarang Ditangkap
-
Lukisan Cadas Tertua di Muna Diusulkan Jadi Ikon Museum Sulawesi Tenggara
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir